Dishub Taliabu Janjikan Perbaikan Dermaga Parigi Tahun Ini

Kerusakan Dermaga di Desa Parigi Mengganggu Aktivitas Masyarakat

Dermaga yang terletak di Desa Parigi, Kecamatan Taliabu Timur, Pulau Taliabu, Maluku Utara mengalami kerusakan yang cukup parah. Akibatnya, dermaga tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan bongkar muat barang maupun aktivitas lainnya. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi warga setempat dalam melakukan perjalanan atau mengambil barang yang dititipkan.

Berdasarkan pengamatan pada hari Kamis (2/4/2026), dermaga tersebut dibangun dengan menggunakan kombinasi papan dan beton. Meski memiliki struktur yang kuat, kondisi saat ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan. Warga desa kini harus menggunakan jasa loangboat sewaan untuk bisa naik kapal atau mengambil barang yang dititipkan, karena kapal tidak bisa sandar di dermaga yang rusak.

Sebelumnya, proyek pembuatan dermaga ini dilaporkan mendapatkan anggaran sebesar miliaran rupiah. Namun, hingga saat ini, dana tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menyebabkan penundaan dalam penggunaan dermaga yang seharusnya menjadi fasilitas penting bagi masyarakat setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Martono, mengungkapkan bahwa dermaga Desa Parigi masih dalam kondisi rusak dan belum dapat digunakan. Ia menjelaskan bahwa masih ada kerusakan di bagian lantai dermaga yang memerlukan perbaikan.

“Masih ada kerusakan di lantai dermaga,” ujar Martono saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026).

Meskipun demikian, Martono berjanji bahwa perbaikan akan segera diusulkan dalam tahun ini. Ia berharap, dengan adanya perbaikan, aktivitas di pelabuhan setempat dapat berjalan secara maksimal.

“Insya Allah tahun ini akan diperbaiki,” tambah Martono.

Dampak Kerusakan Dermaga terhadap Kehidupan Warga

Kerusakan dermaga telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat Desa Parigi. Tanpa adanya akses yang baik ke pelabuhan, warga mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti transportasi laut dan pengiriman barang. Hal ini juga berdampak pada perekonomian daerah, karena mobilitas barang dan orang menjadi terbatas.

Beberapa warga mengeluhkan bahwa mereka harus membayar biaya tambahan untuk menggunakan layanan loangboat sewaan. Biaya tersebut, meskipun relatif murah, tetap memberikan beban tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Selain itu, ketidaktersediaan dermaga yang layak juga memengaruhi potensi wisatawan yang ingin berkunjung ke wilayah tersebut. Banyak pengunjung yang menghindari daerah tersebut karena kurangnya infrastruktur yang memadai.

Langkah yang Diharapkan oleh Masyarakat

Masyarakat setempat sangat berharap agar pemerintah segera menyelesaikan perbaikan dermaga. Mereka berharap, dengan adanya perbaikan, kehidupan sehari-hari dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi dapat pulih.

Selain itu, warga juga berharap agar pemerintah lebih proaktif dalam memantau kondisi infrastruktur yang sudah dibangun. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan yang sama di masa depan.

Tantangan dalam Proses Perbaikan

Meskipun pemerintah telah berjanji untuk melakukan perbaikan, beberapa kendala mungkin akan dihadapi dalam prosesnya. Salah satunya adalah ketersediaan anggaran yang cukup untuk membiayai perbaikan. Selain itu, adanya masalah teknis dalam perbaikan struktur dermaga juga bisa menjadi tantangan tersendiri.

Namun, dengan komitmen yang kuat dari pihak terkait, diharapkan perbaikan dapat segera dilakukan dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat secepat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *