DPRD DKI Jakarta Percepat Teknologi Pengelolaan Sampah



Jakarta – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengajak pemerintah dan masyarakat untuk segera mempercepat penggunaan teknologi intermediate treatment facility (ITF) atau refuse derived fuel (RDF) dalam mengelola sampah di Jakarta. Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi solusi efektif untuk menangani masalah sampah yang terus meningkat.

Yuke menyatakan bahwa pengembangan sistem pengolahan sampah dengan teknologi modern sangat penting untuk mengatasi penumpukan sampah di berbagai titik kota. Ia menyoroti kejadian di Bantargebang yang sering kali menjadi pusat perhatian akibat kondisi sampah yang tidak terkendali.

“Kita harus segera mempercepat pembangunan dan pengembangan pengolahan sampah dengan teknologi tinggi atau modern,” ujar Yuke saat memberikan pernyataannya pada Rabu (1/4).

Menurutnya, Jakarta setiap hari menghasilkan sekitar 8.500 ton sampah, sehingga diperlukan solusi cepat dan efisien. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi dalam proses pengolahan sampah. Jika teknologi ini tidak dikembangkan, maka Jakarta akan terus bergantung pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Namun, jika terjadi kendala di TPST Bantargebang, pengolahan sampah akan terganggu. Oleh karena itu, Yuke menyarankan agar pihak terkait menentukan teknologi yang akan digunakan, apakah ITF, RDF, atau sesuai dengan kondisi dan lokasi sampah.

“Kita seharusnya tidak bertumpu dan mengandalkan Bantargebang. Tetapkan teknologi yang akan dipakai, apakah ITF atau RDF, atau disesuaikan dengan lokasi dan kondisi sampahnya,” ujarnya.

Selain itu, Yuke menekankan pentingnya identifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan teknologi pengolahan sampah. Ia menilai, hal ini harus dilakukan secepat mungkin agar pembangunan dan pengembangan teknologi tersebut bisa berjalan lancar.

  • Mereka harus segera mengidentifikasi kendala yang muncul dalam penerapan teknologi ini.
  • Setelah itu, segera cari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.
  • Dengan begitu, proses pengembangan teknologi bisa berjalan tanpa hambatan.

Yuke juga menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan sampah di Jakarta harus menjadi prioritas utama. Dengan adanya teknologi modern, diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.



Tidak hanya itu, ia juga menilai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengadopsi teknologi baru ini. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, Yuke menyarankan agar pemerintah daerah lebih proaktif dalam mengambil langkah-langkah preventif terkait masalah sampah. Misalnya, dengan memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumbernya dan memastikan bahwa semua warga Jakarta sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengelola sampah secara lebih baik dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *