Percepatan Penanganan Sampah di Jakarta
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sedang melakukan percepatan penanganan penumpukan sampah di sejumlah titik ibu kota. Kondisi ini merupakan dampak dari insiden longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang serta peningkatan volume sampah pasca-Lebaran 2026.
Kepala DLH DKI, Asep Kuswanto, menargetkan operasional pengangkutan akan kembali normal sepenuhnya pada pekan ini. Untuk mencapai hal tersebut, DLH menerapkan strategi yang dirancang agar proses pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efisien dan aman.
Strategi Tiga Shift untuk Urai Antrean
Guna mengatasi kendala operasional di TPST Bantargebang, DLH menerapkan sistem pengaturan waktu pengangkutan (shifting) yang lebih terukur. Tidak ada pembatasan kuota pengiriman, namun distribusi truk kini dibagi menjadi tiga shift setiap hari. Strategi ini terbukti efektif menjaga waktu tunggu truk sampah tetap terkendali dan tidak melebihi durasi tiga jam.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah agar antrean tidak mengular,” ujar Asep pada Jumat (3/4/2026). Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan antara kecepatan pembersihan kota dengan keamanan area kerja di lokasi longsor.
Penutupan TPS Liar dan Pembersihan Titik Kritis
DLH DKI juga melaporkan progres signifikan di beberapa titik penumpukan sampah di dalam kota:
TPS Kali Anyar
Proses pengosongan telah rampung dan lokasi kini sudah dalam kondisi bersih.TPS Rawadas
Sebagai titik pembuangan sampah liar, lokasi ini telah ditutup secara permanen.TPS Kencana (Kolong Tol Wiyoto Wiyono)
Tengah dalam proses pengosongan final untuk kemudian ditutup permanen dengan pagar besi dan pengawasan ketat dari posko bersama Satpol PP serta kepolisian.
Optimalisasi Fasilitas Pengolahan
Selain pendistribusian ke TPST Bantargebang, sisa sampah pasca-arus balik Lebaran juga diarahkan ke fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant. DLH berkomitmen untuk terus bekerja maksimal agar sisa tumpukan sampah segera tertangani tanpa menimbulkan ketidaknyamanan lebih lanjut bagi warga Jakarta.
Asep juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala pelayanan yang sempat terjadi selama masa penyesuaian pascalongsor. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, DLH DKI berharap dapat segera memulihkan kondisi lingkungan kota dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.





