jatim.
Pasuruan – Ruas jalan nasional di wilayah Bugul Kidul, Kota Pasuruan, akan ditutup mulai Senin (6/4) menyusul dimulainya proyek perbaikan Jembatan Buk Wedi. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pekerjaan konstruksi pada jalur utama yang menghubungkan Surabaya dan Probolinggo.
Kepala Satker PJN III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa, menjelaskan bahwa proyek ini sebelumnya sempat tertunda akibat tingginya mobilitas masyarakat selama liburan Natal, Tahun Baru, dan Lebaran. Ia menegaskan bahwa pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak kembali mundur.
“Pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak mundur lagi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar Deny, Jumat (3/4).
Menurutnya, percepatan kini menjadi prioritas utama agar proyek tidak kembali bergeser hingga akhir 2026. Selama masa penutupan, rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Berikut adalah rincian pengalihan lalu lintas:
- Dari arah Surabaya, kendaraan dialihkan melalui Simpang Karangketug menuju Jalan Gatot Subroto, kemudian ke Jalan Urip Sumoharjo hingga masuk Tol Sutojayan.
- Dari arah Probolinggo, arus kendaraan dialihkan melalui Tol Grati, Blandongan, Bulu, Purutrejo hingga Kebonagung.
Selain itu, Jalan Ir Juanda juga akan ditutup total selama proyek berlangsung karena masuk area terdampak langsung. Pengaturan lalu lintas dilakukan oleh Dinas Perhubungan dengan dukungan dari kepolisian serta melibatkan PT Jasa Marga untuk menyiapkan jalur alternatif melalui tol.
Sosialisasi kepada masyarakat telah dimulai sejak Jumat (3/4) agar pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan mereka.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan proyek berjalan lancar serta meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat di kawasan Pasuruan dan sekitarnya,” tambahnya.
Penutupan ruas jalan nasional di wilayah Bugul Kidul, Kota Pasuruan, dipastikan berlangsung selama proses perbaikan Jembatan Buk Wedi. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di jalur utama Surabaya-Probolinggo.
Beberapa langkah telah diambil untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama penutupan. Pengalihan arus lalu lintas telah direncanakan dengan detail yang jelas, sehingga pengemudi dapat menghindari jalur yang ditutup. Selain itu, pihak terkait juga sedang melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan rute.
Proyek perbaikan Jembatan Buk Wedi ini memiliki target penyelesaian yang cukup ketat. Oleh karena itu, pihak pelaksana terus berupaya agar pekerjaan berjalan sesuai rencana tanpa ada penundaan. Dengan adanya pengalihan lalu lintas dan koordinasi dengan berbagai pihak, diharapkan dampak terhadap masyarakat bisa diminimalkan.
Selain itu, pihak pengelola jalan tol juga turut berperan dalam menyediakan jalur alternatif yang lebih aman dan efisien. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengguna jalan tetap dapat melanjutkan perjalanan meskipun ada penutupan sementara.
Dalam waktu dekat, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini mengenai perubahan rute dan kondisi lalu lintas. Dengan kesadaran dan kesiapan diri, masyarakat dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi selama proyek berlangsung.





