Tahapan Sosialisasi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Cikunten Paket 2
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SNVT PJPA Citanduy) secara resmi memulai tahapan sosialisasi terkait Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Cikunten Paket 2 untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, di Kantor Kecamatan Mangkubumi ini menandai dimulainya pengerjaan fisik di lapangan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Dinas PU dan Tata Ruang Kota Tasikmalaya, TNI-Polri, hingga perwakilan petani seperti Gapoktan dan P3A. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi 2 BBWS Citanduy, Faturahman, menjelaskan bahwa fokus utama sosialisasi ini adalah menyelaraskan persepsi dengan masyarakat mengenai teknis pengeringan saluran.
Untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan air masyarakat dan kebutuhan teknis proyek, pihak pelaksana akan mengikuti regulasi dari Unit Pengelola Irigasi (UPI) D.I. Cikunten. Berdasarkan kesepakatan dengan Ketua UPI, Asep, pola operasi pintu air ditetapkan sebagai berikut: 3 Hari ON yakni Pintu air dibuka untuk memenuhi kebutuhan air warga. Dan 4 Hari OFF yakni pintu air ditutup guna mendukung pengerjaan teknis rehabilitasi.
“Kami mengikuti ketetapan UPI agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sementara proyek tetap bisa berjalan efektif,” ujar Faturahman.
Saat ini, tim tengah melakukan proses pengukuran dan identifikasi kerusakan di sejumlah titik krusial, di antaranya: Saluran Gendo, Saluran Sukamacan, Saluran Cijerrah dan Saluran Cicariang. Proyek yang dikerjakan oleh PT Davosindo ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. Faturahman juga meminta dukungan warga terkait potensi kebisingan akibat kerja lembur serta mobilisasi alat berat demi mengejar target percepatan pembangunan.
Camat Mangkubumi, Drs. Slamet, menyambut positif proyek ini. Ia mencatat ada enam kelurahan di wilayahnya yang akan terdampak langsung oleh pembangunan ini. Menurutnya, perbaikan irigasi ini sangat krusial bagi Ketahanan Pangan dengan memastikan aliran air ke lahan pertanian lebih lancar.
“Kemudian sebagai pencegahan bencana yakni dengan meminimalisir risiko banjir yang sering terjadi akibat kerusakan saluran,” jelasnya.
Meski demikian, Slamet memberikan catatan penting kepada pihak kontraktor agar senantiasa mengedepankan komunikasi yang santun dengan warga setempat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gesekan sosial selama proses pembangunan berlangsung.
Mekanisme Operasi Pintu Air
Pola operasi pintu air yang telah disepakati memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama 3 hari ON.
- Memberikan waktu yang cukup untuk pengerjaan teknis rehabilitasi selama 4 hari OFF.
- Menghindari konflik antara kebutuhan air masyarakat dan kebutuhan proyek infrastruktur.
Peran Petani dalam Proyek
Petani memiliki peran penting dalam proyek ini karena mereka adalah pengguna langsung dari sistem irigasi. Oleh karena itu, pihak pelaksana harus terus berkomunikasi dengan petani untuk memastikan bahwa semua kebutuhan mereka dapat dipenuhi tanpa mengganggu proses pengerjaan.
Tantangan yang Dihadapi
Beberapa tantangan yang dihadapi dalam proyek ini antara lain:
- Potensi kebisingan akibat pekerjaan alat berat.
- Mobilitas pekerja dan alat yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari warga.
- Kebutuhan koordinasi yang tinggi antara pihak pelaksana dan masyarakat.
Keuntungan dari Proyek Ini
Proyek ini diharapkan membawa banyak manfaat, antara lain:
- Meningkatkan efisiensi aliran air ke lahan pertanian.
- Mengurangi risiko banjir akibat kerusakan saluran.
- Memperkuat ketahanan pangan di wilayah Mangkubumi.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Selain pengukuran dan identifikasi kerusakan, tim juga melakukan survei terhadap kondisi saluran-saluran yang rusak. Hasil survei ini akan menjadi dasar dalam merancang rencana perbaikan yang tepat dan efektif.
Kesimpulan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Cikunten Paket 2 merupakan proyek penting yang akan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan koordinasi yang baik antara pihak pelaksana dan masyarakat, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang maksimal.





