Kejadian Aneh di Jawa Timur: Pelajar Dirampas Ponsel oleh Orang yang Mengaku Polisi
Sebuah kejadian mengejokan terjadi di Jalan Raya Banjarejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang pelajar diduga dirampas ponselnya oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi. Peristiwa ini terjadi pada Senin (6/4/2026) dan viral di media sosial setelah beredar rekaman CCTV.
Modus Pelaku yang Membuat Korban Tertipu
Berdasarkan keterangan korban, pelaku membuntuti pelajar tersebut hingga akhirnya meminta untuk berhenti. Setelah berhenti, pelaku mengaku sebagai anggota polisi dan menunjukkan rompi hijau bertuliskan “polisi” serta membuka resleting jaket hitamnya. Dengan modus ini, pelaku memberi ancaman akan menilang korban karena tidak menggunakan helm dan menggunakan knalpot brong.
Pelaku kemudian meminta korban pulang mengambil STNK dan meninggalkan ponsel sebagai jaminan. Korban pun mematuhi permintaan tersebut. Namun, saat kembali ke lokasi, pelaku sudah menghilang tanpa jejak bersama ponsel milik korban.
Penyelidikan oleh Pihak Kepolisian
Menurut informasi dari Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah video kejadian tersebut diunggah oleh Teguh Prasetya pada Minggu (12/4/2026). Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari korban yang ada dalam video tersebut.
Dari rekaman CCTV, diketahui bahwa pelaku mengenakan celana panjang warna coklat krem, jaket hitam dengan masker, helm hitam, dan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna merah dengan nomor polisi N-4692-CH. Atas laporan korban, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi.
Imbauan dari Pihak Kepolisian
Setelah mengetahui kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada jika menemui situasi serupa. Mereka menekankan pentingnya untuk tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai aparat penegak hukum tanpa melihat bukti yang jelas.
Kerugian yang Dialami Korban
Korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta akibat kejadian ini. Ia harus kehilangan ponsel kesayangannya yang menjadi alat komunikasi utama. Kejadian ini juga membuatnya merasa khawatir dan tidak nyaman dengan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tindakan yang mencurigakan. Meski pelaku masih dalam penyelidikan, kejadian ini menjadi peringatan bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tertipu oleh orang yang mengaku sebagai aparat hukum.






