17.000 Calon Mahasiswa Baru Ikut UTBK-SNBT di UNM, 16 Lokasi Ujian Disiapkan

Persiapan Menyeluruh untuk UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Makassar

Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menjadi salah satu lokasi penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Sebanyak 17.329 calon mahasiswa akan mengikuti ujian ini yang berlangsung mulai tanggal 21 hingga 28 April 2026. Kegiatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap UNM sebagai institusi pendidikan unggulan.

Penyediaan Lokasi dan Sesi Ujian

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, UNM telah menyiapkan 16 lokasi ujian dengan total 1.092 sesi. Setiap hari, ujian akan berlangsung dalam 16 sesi. Hal ini menunjukkan bahwa UNM siap menangani jumlah peserta yang cukup besar. Selain itu, pihak kampus juga menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai agar proses ujian berjalan lancar.

Tim Pengawas dan Pendukung

Pelaksanaan ujian ini tidak hanya melibatkan peserta, tetapi juga ratusan pengawas dan tenaga pendukung. Dalam hal ini, tercatat sebanyak 25 pengawas umum dan 508 pengawas lokasi yang disiapkan. Selain itu, terdapat 875 pengawas ruang dan 1.011 tenaga teknologi informasi (IT). Keberadaan tim ini sangat penting untuk memastikan proses ujian berjalan dengan baik dan aman.

Layanan Inklusif bagi Peserta Berkebutuhan Khusus

UNM juga menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dengan menyediakan layanan khusus bagi peserta berkebutuhan khusus. Sebanyak 8 pengawas khusus dilibatkan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Hal ini mencerminkan upaya UNM dalam memberikan akses yang sama bagi semua peserta, tanpa memandang kondisi fisik atau mental.

Pernyataan dari Plt Rektor UNM

Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui pelaksanaan UTBK-SNBT yang transparan dan adil. Ia menilai bahwa jumlah peserta yang cukup besar menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap UNM. Oleh karena itu, ia meminta seluruh tim yang terlibat bekerja secara profesional dan bersinergi.

Prof Farida juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana serta ketertiban selama ujian. Ia berharap semua pihak dapat mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul. Selain itu, integritas dalam pelaksanaan ujian harus tetap dijaga agar prosesnya tetap akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kesimpulan

UTBK-SNBT 2026 di UNM tidak hanya menjadi ajang seleksi bagi calon mahasiswa, tetapi juga menjadi momen penting dalam menjaga reputasi institusi. Dengan persiapan yang matang dan komitmen tinggi dari seluruh pihak terkait, UNM berkomitmen untuk menyelenggarakan ujian yang berkualitas dan adil. Semoga proses ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal bagi semua peserta.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *