BERITA  

Mengapa Betrand Peto Menggunakan Sarung di Pengajian, Minta Ayah Gelar Doa Bersama Rutin

Keterlibatan Betrand Peto dalam Pengajian Ayahnya

Dalam sebuah kegiatan pengajian yang baru-baru ini diadakan oleh presenter ternama Ruben Onsu, terdapat pemandangan menarik yang menarik perhatian. Sang putra sulung, Betrand Peto atau yang akrab disapa Onyo, terlihat hadir dalam acara tersebut dengan mengenakan sarung. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan Onyo memilih mengenakan atribut tersebut meskipun ia seorang pemeluk agama Katolik.

Tujuan Menghormati Suasana Pengajian

Onyo menjelaskan bahwa inisiatif mengenakan sarung muncul karena ia ingin menghargai suasana khidmat dalam pengajian. Ia merasa tidak nyaman jika hanya mengenakan celana santai di tengah acara doa bersama. Dalam wawancara dengan media, Onyo mengatakan:

“Aku minta sarung sama Ayah kemarin. Karena kan untuk pengajian kayak gitu, enggak mungkin aku pakai celana (santai) lagi. Aku coba pakai sarung buat bisa tanya jawab gitu.”

Ia juga mengaku ingin berinteraksi langsung dengan pemuka agama yang hadir, termasuk Habib. Onyo mengatakan bahwa ia sempat bertanya jawab dengan Habib demi memuaskan rasa ingin tahunya dan belajar cara menghormati sesama.

Totalitas dalam Partisipasi

Keterlibatan Onyo dalam pengajian sang ayah tidak hanya sebatas hadir. Ia juga bertugas sebagai fotografer menggunakan kamera yang ia beli sendiri. Selain itu, Onyo juga menjadi “panitia” yang menyiapkan segala kebutuhan tamu. Mulai dari menyiapkan makanan hingga menata sajadah bagi jamaah yang akan salat, semua dilakukan Onyo dengan senang hati.

Pengalaman positif ini bahkan membuat Onyo meminta sang ayah untuk lebih sering mengadakan acara serupa di rumah. Ia berkata:

“Aku malah bilang sama Ayah, ‘Sering-sering buat ngadain pengajian kayak gini, biar nanti aku juga bisa bantu-bantu di rumah, siapin ini, siapin itu’.”

Toleransi dan Dukungan Penuh

Bagi Onyo, ikut membantu pengajian bukanlah soal mempelajari konten agamanya, melainkan bentuk dukungan penuh kepada sang ayah dan wujud nyata toleransi. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap teguh pada keyakinannya sebagai umat Katolik yang rajin beribadah ke Gereja Katedral.

“Menurutku itu hal yang paling harus untuk kita hormatin karena kan semua kita juga berdoa untuk Yang Maha Kuasa. Jadi, untuk agamaku sendiri aku jalanin dengan hatiku, untuk agamanya Ayah, Ayah jalanin dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Kesimpulan

Melalui partisipasi aktifnya dalam pengajian ayahnya, Onyo menunjukkan sikap yang sangat baik dan penuh rasa hormat terhadap berbagai agama. Ia tidak hanya menjaga keyakinannya sebagai umat Katolik, tetapi juga menunjukkan sikap toleransi yang tinggi. Dengan begitu, Onyo menjadi contoh yang baik dalam menerapkan nilai-nilai kerukunan dan saling menghormati antar sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *