Sapi Raksasa yang Dibeli Presiden untuk Kurban Idul Adha
Sebuah sapi raksasa dengan bobot mencapai 868 kilogram kini menjadi sorotan setelah dibeli oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Harga yang dikeluarkan untuk sapi tersebut mencapai Rp162,4 juta, yang dianggap sebagai investasi berharga bagi peternak lokal.
Sapi ini berasal dari Buleleng, Bali, dan merupakan jenis Beli yang telah dipilih sebagai hewan kurban nasional untuk ketiga kalinya. Peternak bernama Ketut Sukata, yang tinggal di Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, mengungkapkan rasa bangga dan terharu karena ternaknya kembali dipercaya oleh pihak istana.
Proses Seleksi yang Ketat
Proses pemilihan sapi untuk dijadikan hewan kurban dilakukan secara ketat. Tim dari Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi sapi milik Sukata. Pemeriksaan meliputi kesehatan, bobot, serta kelayakan hewan untuk dijadikan kurban. Setelah memenuhi syarat, sapi tersebut diajukan sebagai kandidat hewan kurban nasional.
“Sudah ketiga kali sapi saya dibeli Presiden, saya sangat senang dan terharu karena kembali dipercaya,” ujarnya kepada media.
Pihak Istana menghubungi Sukata pada Jumat pekan lalu untuk memastikan pembelian telah selesai. Ia juga dijadwalkan datang ke Denpasar pada 19 Mei 2026 untuk menyelesaikan proses administrasi pembelian.
Sejarah Perawatan yang Intensif
Sukata menjelaskan bahwa sapi tersebut telah dirawat selama hampir empat tahun. Ia membeli sapi itu pada 11 Desember 2022 di Desa Penglatan dengan harga sekitar Rp11 juta. Saat pertama dibeli, bobot sapi bahkan belum mencapai 100 kilogram.
Selama masa perawatan, Sukata memberikan pakan berupa rumput, dedak, dan air. Ia juga menambahkan vitamin khusus ketika nafsu makan sapi menurun.
“Kalau makannya berkurang, baru saya kasih vitamin tambahan,” katanya.
Rencananya, sapi tersebut akan disalurkan sebagai hewan kurban di wilayah Tegalinggah, Kabupaten Buleleng.
Penampakan Sapi Jumbo
Sapi yang memiliki bobot mencapai 868 kilogram ini menarik banyak perhatian masyarakat. Dengan ukuran yang sangat besar, sapi ini menjadi bukti bahwa peternakan di Bali mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang layak untuk dijadikan hewan kurban presiden.
Keberhasilan Peternak Lokal
Ketut Sukata adalah contoh peternak yang berhasil mengubah usaha kecil menjadi sukses besar. Dengan kesabaran dan perawatan yang baik, ia berhasil menghasilkan sapi berkualitas tinggi yang akhirnya dipilih oleh pihak istana.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga meningkatkan prestise bagi peternak lokal. Dengan adanya pengakuan dari pihak istana, Sukata menjadi inspirasi bagi peternak lain di Bali.





