Stabilnya Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah
Harga kopi arabika gayo di Kabupaten Aceh Tengah terpantau stabil pada perdagangan hari ini, Jumat (15/5/2026). Informasi ini didapatkan dari berbagai titik perdagangan yang tersebar di wilayah tersebut, termasuk kawasan Bies, Bebesen, maupun Pegasing. Dari pantauan tersebut, harga kopi saat ini masih bertahan di level yang sama sejak Senin (11/5/2026) tanpa adanya perubahan signifikan.
Untuk harga kopi gelondong atau cherry, saat ini masih berada di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per bambu. Sementara itu, harga kopi jenis gabah bertahan di angka Rp 58.000 sampai Rp 60.000 per bambu, dan untuk jenis green bean tetap berada di kisaran Rp 119.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.
Salah satu toke kopi di Kecamatan Pegasing, Zuhrianto, mengatakan bahwa harga kopi tersebut dapat berbeda-beda di beberapa tempat. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas kopi di tiap kecamatan hingga desa yang berbeda-beda karena faktor kualitas tanah di lokasi penanaman.
Harga Kopi Bervariasi Berdasarkan Wilayah
Zuhrianto menjelaskan bahwa di Kecamatan Celala dan Jagong, harga bisa lebih murah dengan selisih sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Sebaliknya, harga kopi dapat menjadi lebih mahal di beberapa daerah dataran tinggi Gayo lainnya, seperti di kawasan Bukit, Wih Pesam, dan Permata yang masuk wilayah Kabupaten Bener Meriah.
Sementara untuk di wilayah Aceh Tengah sendiri, harga di beberapa desa di Kecamatan Kute Panang dan Bintang juga berpotensi sedikit lebih mahal. “Di daerah seperti Kute Panang atau Bintang, terkadang bisa sedikit lebih mahal walau sama-sama di Aceh Tengah,” kata Zuhrianto kepada sumber.
Namun, Zuhrianto menekankan bahwa terkadang harga tetap sama karena pada akhirnya kondisi dan kualitas fisik kopi yang menjadi penentu utama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada variasi harga berdasarkan wilayah, kualitas produk tetap menjadi faktor penting dalam menentukan nilai jual kopi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Kopi
Selain kualitas tanah, faktor lain yang memengaruhi harga kopi antara lain cuaca, musim panen, dan permintaan pasar. Di Aceh Tengah, kopi arabika gayo dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki kualitas tinggi dan diminati oleh konsumen lokal maupun ekspor. Stabilitas harga saat ini memberikan rasa aman bagi para petani dan pedagang dalam menjalankan usaha mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga kopi arabika gayo cenderung stabil, sehingga membantu para petani dalam merencanakan produksi dan pengelolaan bisnis mereka. Meskipun demikian, perlu diwaspadai jika terjadi fluktuasi harga akibat kondisi iklim atau perubahan permintaan pasar.
Kesimpulan
Stabilitas harga kopi arabika gayo di Aceh Tengah mencerminkan kestabilan ekonomi di sektor pertanian setempat. Meskipun terdapat variasi harga berdasarkan wilayah, kualitas kopi tetap menjadi prioritas utama. Dengan kondisi ini, para pelaku usaha diharapkan dapat terus berkembang dan mempertahankan kualitas produk yang telah dikenal baik di pasar nasional maupun internasional.






