GARUT — Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut menurunkan sejumlah petugas pemeriksa hewan kurban untuk memastikan kesehatan ternak serta kelayakan daging yang akan digunakan dalam perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 100 petugas akan bertugas di 42 kecamatan di Garut, Jawa Barat.
Kepala Diskanak Garut, Dyah Savitri, menjelaskan bahwa ratusan petugas tersebut akan disebar ke delapan wilayah unit pelaksana teknis (UPT) yang mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Garut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak disembelih, serta aman untuk dikonsumsi. Pemeriksaan juga fokus pada pengawasan higienitas selama proses penyembelihan hewan kurban.
“Petugas terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, dan petugas teknis lapangan. Mereka akan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan secara terpadu selama periode Iduladha,” kata Dyah, Jumat (15/5/2026).
Dyah menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak maupun pasar hewan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik ternak, kesehatan umum, serta memastikan hewan tidak terindikasi penyakit menular. Menurutnya, distribusi petugas ke seluruh kecamatan diperlukan karena wilayah Garut cukup luas dan menjadi salah satu daerah dengan aktivitas perdagangan hewan kurban yang tinggi menjelang Iduladha.
“Wilayah UPT kami ada delapan dan mencakup 42 kecamatan. Karena itu pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan atau ante mortem, Diskanak juga melakukan pengawasan setelah penyembelihan atau post mortem untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat layak konsumsi. Dyah mengatakan pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keamanan pangan asal hewan sekaligus mencegah penyebaran penyakit ternak yang berpotensi muncul saat mobilitas hewan meningkat menjelang Iduladha.
Ia meminta masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dan memilih lapak penjualan resmi yang telah berada dalam pengawasan petugas kesehatan hewan. “Masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban di tempat yang sudah diperiksa petugas agar kesehatan ternaknya lebih terjamin,” kata Dyah.
Diskanak Garut juga menekankan pentingnya standar higienitas selama proses penyembelihan. Pengawasan tidak hanya difokuskan pada kondisi hewan, tetapi juga tata cara pemotongan, penanganan daging, hingga kebersihan lingkungan penyembelihan. “Kami berharap masyarakat mendapatkan daging kurban yang benar-benar berkualitas, sehat, dan aman dikonsumsi,” ujar Dyah.
Upaya Penyelenggaraan Iduladha yang Berkelanjutan
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Diskanak Garut dapat dijadikan contoh dalam penyelenggaraan acara keagamaan yang berkelanjutan. Di antaranya:
- Peningkatan pengawasan: Dengan menurunkan 100 petugas pemeriksa, Diskanak menunjukkan komitmen untuk memastikan kesehatan hewan kurban dan keamanan pangan.
- Keterlibatan masyarakat: Masyarakat didorong untuk lebih waspada dan memilih tempat penjualan yang telah diverifikasi.
- Penerapan standar higienitas: Selain kondisi hewan, proses penyembelihan dan penanganan daging juga dipantau untuk memastikan kebersihan.
Tantangan dan Solusi yang Dihadapi
Salah satu tantangan utama adalah menjaga kesehatan hewan di tengah meningkatnya mobilitas hewan menjelang Iduladha. Untuk mengatasi hal ini, Diskanak Garut melakukan pemeriksaan menyeluruh baik sebelum maupun setelah penyembelihan. Hal ini membantu mencegah penyebaran penyakit yang bisa saja muncul akibat kontak antar hewan.
Selain itu, keberadaan 8 UPT yang mencakup 42 kecamatan memberikan cakupan yang luas. Namun, ini juga memerlukan koordinasi yang baik antara petugas di lapangan dan pusat.
Kesimpulan
Dengan pendekatan yang terencana dan terstruktur, Diskanak Garut berupaya memastikan bahwa perayaan Iduladha berlangsung dengan aman dan nyaman bagi masyarakat. Pemeriksaan hewan kurban, pengawasan higienitas, serta edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya ini. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan hari besar ini dengan tenang dan percaya diri.





