BERITA  

Pemantauan Hewan Kurban di Pasar Pon oleh Bupati Blora Arief Rohman

Kunjungan Bupati Blora ke Pasar Pon untuk Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Bupati Blora, Arief Rohman melakukan kunjungan ke Pasar Pon Blora pada hari Sabtu (16/05/2024). Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memastikan kondisi hewan kurban yang akan dijual menjelang perayaan Iduladha dalam kondisi sehat dan layak jual. Dalam kunjungan ini, ia didampingi oleh Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Lilik Setyawan, serta Kabid Kesehatan Hewan drh Rasmiyana bersama tim kesehatan hewan.

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Pon Blora semakin meningkat tajam. Pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora ini menjadi pusat perdagangan yang sangat dinamis. Dalam satu hari saja, transaksi sapi di pasar ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Hal ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

“Hari ini kami mengadakan tinjauan terkait kesiapan menjelang Idul Adha, kurang dua pasaran Pon lagi. Hari ini transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Kalau rata-rata harga per ekor Rp 15 juta, berarti hampir ada 9-12 miliaran rupiah perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp 25 juta,” kata Bupati Arief.

Pedagang yang datang tidak hanya berasal dari Blora, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pati, Solo, hingga Boyolali. Di Pasar Pon Blora, jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Mayoritas sapi yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot berkisar 400 hingga 600 kilogram.

Dalam kesempatan itu, Bupati Arief juga menerima sejumlah masukan terkait penataan Pasar Pon Blora, terutama kondisi lantai pasar yang dinilai perlu diperbaiki agar lebih aman bagi hewan ternak. “Tadi ada usulan terkait penataan Pasar Pon ini, apakah dipaving atau bagaimana nantinya agar sapinya tidak terpeleset,” terangnya.

Selain meninjau aktivitas perdagangan, Bupati Arief bersama petugas kesehatan hewan juga memantau proses pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke area pasar. Setiap sapi yang datang dilakukan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan sapi bunting. Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa kondisi fisik hewan, mulai dari kesehatan mata, mulut, kulit, hingga kelengkapan dokumen kesehatan ternak.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Bupati Arief mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan ternak yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang. “Dengan adanya pemeriksaan ini, kami berharap masyarakat bisa memperoleh hewan kurban yang aman, sehat, dan layak untuk dikurbankan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin dilakukan karena aktivitas jual beli hewan kurban terus meningkat menjelang Iduladha. “Hewan yang dinyatakan sehat kemudian diberi tanda khusus agar mudah dikenali pembeli,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, seperti usia hewan yang cukup, kondisi fisik tidak cacat, serta memiliki nafsu makan yang baik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *