BKKBN Jatim Gandeng Insan Pers Perkuat Ketahanan Keluarga dan SDM Berkualitas

SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur langsung bergerak cepat di bawah kepemimpinan baru.

Sejak resmi dilantik oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji pada 6 Mei 2026, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin mulai memperkuat sinergi dengan insan pers guna mendukung percepatan pembangunan keluarga dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.

Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan “Ngopi Bangga Kencana” (Ngobrol Pintar Bareng Keluarga Berencana) yang dipimpin oleh Dedik Sugianto di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Shodiqin menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN tengah mengakselerasi lima program unggulan atau Quick Wins sebagai upaya mencetak generasi emas Indonesia yang tangguh dan berkualitas.

Lima program tersebut meliputi GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang fokus pada intervensi gizi dan pendampingan keluarga untuk menekan angka stunting, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) untuk meningkatkan kualitas daycare ramah anak dengan pengasuh bersertifikasi, serta GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.

Selain itu, terdapat SIDAYA (Lansia Berdaya) yang bertujuan memberdayakan lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif, serta Super Apps Keluarga yang menjadi platform layanan digital terpadu terkait informasi dan konsultasi keluarga.

Tak hanya fokus pada program internal, Kemendukbangga/BKKBN Jatim juga bergerak cepat mengintegrasikan program prioritas Presiden RI melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Kami bergerak masif di lapangan. Di Jawa Timur saat ini telah terbentuk dan aktif sebanyak 3.656 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan bergizi langsung kepada masyarakat. Sebanyak 1.981 di antaranya sudah menyalurkan MBG untuk kelompok 3B,” ujar Shodiqin.

Ia menjelaskan, berdasarkan verifikasi data lapangan hingga April 2026, jumlah penerima manfaat MBG 3B di Jawa Timur telah mencapai 789.571 orang.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras lini lapangan,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur telah mengerahkan sebanyak 93.729 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) guna memastikan bantuan gizi tersalurkan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana, Dedik Sugianto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal dan mendukung sosialisasi program-program Kemendukbangga/BKKBN melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami siap mengawal kesuksesan program ini. Salah satu inovasi yang kami siapkan adalah menggelar edukasi di warung kopi atau warkop. Tempat ini sangat strategis untuk memperkenalkan program GATI kepada kaum bapak secara santai dan komunikatif,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan gerakan literasi digital melalui pemanfaatan jaringan internet publik di warung kopi.

“Kami ingin mendorong kerja sama agar warkop menggunakan nama program Kemendukbangga/BKKBN sebagai password wifi mereka. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mengenal dan mengingat program-program pemerintah,” pungkas Dedik.