CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat akan menyelenggarakan salat Idul Adha 1447 hijriyah di Kompleks Stadion Olahraga Panunjung Tarung Kuala Kapuas pada hari Rabu (27/5/2026) pukul 06.30 WIB.
“Insyaallah, khatib akan diisi oleh Ustaz H. Muhammad Yusuf Rusli MA dari Banjarmasin dan imamnya adalah Ustaz Wildah Sholah,” jelas Wakil Ketua PCM Selat H. Sapto Subagio, Rabu (20/5/2026).
Menurut Sapto, Idul Adha adalah hari raya Islam yang ditandai dengan shalat Id dan ibadah qurban, yaitu penyembelihan hewan ternak seperti kambing atau sapi sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Ibadah ini juga menjadi bentuk teladan terhadap Nabi Ibrahim AS serta menunjukkan kepedulian sosial.
“Bagi kita yang tidak bisa berangkat ke tanah suci, penyembelihan hewan kurban menjadi pilihan terbaik dalam melaksanakan syariat Rasulullah dalam mengisi bulan Zulhijjah,” ujar Sapto.
Ibadah kurban, kata Sapto, memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Mayoritas ulama memandang kurban sebagai sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu.
Sapto menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Namun, ia merupakan panggilan tauhid yang harus dilandasi keimanan kepada Allah. Ia menegaskan bahwa tanpa landasan iman dan ketaqwaan, ibadah kurban akan kehilangan makna spiritualnya.
“Spirit kurban membentuk kepedulian sosial. Dagingnya dibagikan kepada saudara-saudara kita dan menjadi bagian dari ajaran Islam untuk menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Sapto juga menjelaskan makna simbolis dari penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, manusia diajak untuk “menyembelih” sifat-sifat kebinatangan dalam dirinya.
Perilaku hewaniyah seperti kekejaman, hilangnya rasa malu, dan ketidakmampuan membedakan benar dan salah harus dijauhkan dari kehidupan manusia. Terkadang, manusia bisa lebih kejam daripada hewan.
“Maka mari kita potong seluruh sifat-sifat hewaniyah yang masih ada dalam diri kita,” ujarnya.
Sapto menekankan bahwa keindahan Islam tampak pada keterhubungan antara ibadah kepada Allah dan dampak sosialnya. Ibadah kurban dimulai dari panggilan tauhid, tetapi bermuara pada tumbuhnya solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ia mengajak umat Islam mempersiapkan ibadah kurban dengan sebaik-baiknya. Agar momentum bulan Zulhijjah benar-benar menjadi sarana memperkuat iman, sekaligus memperluas kepedulian sosial bagi sesama.
“Kepada Kaum Muslimin dan Muslimat di Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya, silahkan hadir dan mengikuti salat Idul Adha 1447 H/2026 M,” ajak Sapto.



