Program Penataan Akustik Masjid Dilanjutkan di Cirebon
Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama ParagonCorp kembali melanjutkan Program Penataan Akustik Masjid melalui pelatihan sesi ke-2 yang diselenggarakan di Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Minggu (24/5/2026). Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk mendorong kualitas tata suara masjid yang lebih nyaman, jelas, dan mendukung kekhusyukan ibadah bagi masyarakat.
Pelatihan diikuti sekitar 100 perwakilan pengelola masjid di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Para peserta mendapatkan pemahaman teknis dan praktis terkait prinsip dasar akustik, standar tata suara masjid yang ideal, hingga pengelolaan perangkat audio secara tepat guna agar suara yang dihasilkan lebih jelas, nyaman didengar, dan mendukung efektivitas penyampaian dakwah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh KH. Muhammad bin Ja’far selaku tuan rumah Pesantren Khas Kempek sekaligus Ketua DMI Kabupaten Cirebon, Drs. KH. Abdul Manan A. Ghani selaku Ketua Bidang Dakwah, Seni Budaya dan Syiar Islam Pengurus Pusat DMI, serta perwakilan ParagonCorp, Dwi Lesmana Yuniarto selaku Head of Islamic Ecosystem Development.
Alasan Pelaksanaan Program
Program Penataan Akustik Masjid dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masjid dan musala di Indonesia yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan tata suara, mulai dari suara yang bergema, kurang jelas, hingga pengaturan audio yang belum optimal. Berdasarkan data SIMAS Kementerian Agama tahun 2024, Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu masjid dan musala. Sementara itu, riset Sudarsono dkk. (2019) menunjukkan bahwa kualitas akustik yang kurang ideal dapat memengaruhi kenyamanan jamaah serta efektivitas penyampaian pesan keagamaan.
“Masjid memiliki peran penting sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan penguatan komunitas umat. Karena itu, kualitas tata suara menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman ibadah yang nyaman dan khusyuk bagi jamaah. Melalui kolaborasi bersama DMI, kami berharap program ini dapat membantu memperkuat kapasitas pengelola masjid sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dwi Lesmana Yuniarto, Head of Islamic Ecosystem Development.
Tantangan dan Solusi
Perwakilan Pengurus DMI Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tata suara masjid perlu diiringi dengan penguatan kapasitas pengelola masjid agar mampu menghadirkan sistem audio yang lebih tepat guna dan sesuai kebutuhan jamaah.
“Persoalan tata suara masih menjadi tantangan di banyak masjid, mulai dari suara yang bergema hingga penyampaian khutbah yang kurang jelas diterima jamaah. Padahal, kualitas akustik yang baik sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kekhusyukan ibadah. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong pengelola masjid agar mampu menghadirkan tata suara yang lebih baik, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Rencana Nasional dan Target Jangka Panjang
Program di Cirebon merupakan bagian dari rangkaian nasional Program Penataan Akustik Masjid yang telah diluncurkan DMI dan ParagonCorp sejak Januari 2026 di Paragon Community Hub, Jakarta, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum DMI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla.
Melalui kolaborasi antara DMI, ParagonCorp, institusi pendidikan keagamaan, dan pemangku kepentingan daerah, program ini diharapkan dapat menghadirkan pengelolaan tata suara masjid yang lebih baik secara terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi berupa teori dan praktik langsung, serta dilengkapi post-test untuk mengukur pemahaman peserta.
Rencana Pelaksanaan di 10 Kota
Pelatihan di Cirebon menjadi sesi ke-2 dari target pelaksanaan di 10 kota sepanjang tahun 2026. Dengan target menjangkau sekitar 100 masjid di setiap kota, program ini berpotensi menyentuh lebih dari 1.000 masjid dan ribuan jamaah hingga akhir tahun. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang ParagonCorp dalam mendukung penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan pemberdayaan umat yang berkualitas serta berkelanjutan.




