BERITA  

Sekolah Negeri di Papua yang Hampir Pupus, Kini Kembali Bersinar

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Berdampak Positif pada SMKN 5 Manokwari

Pada tahun 2025, program Revitalisasi Satuan Pendidikan resmi dijalankan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Salah satu sekolah yang mendapatkan manfaat dari program ini adalah SMKN 5 Manokwari. Dengan dana yang dialokasikan, sekolah ini mendapat pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.

Beberapa ruang kelas yang direnovasi meliputi tiga ruang kelas Teknik Konstruksi dan Properti (TKP), empat ruang kelas Teknik Komputer dan Jaringan, serta empat ruang kelas Teknik Kendaraan Ringan. Selain itu, terdapat juga ruang praktik siswa (RPS) TKP beserta perabotnya, serta perpustakaan yang dilengkapi dengan peralatan pendukung lainnya. Pembangunan ini dilakukan melalui skema swakelola, sehingga bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan berkualitas.

Dampak positif dari revitalisasi ini langsung dirasakan oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Lingkungan belajar menjadi lebih layak dan nyaman, sehingga memperkuat proses pembelajaran berbasis praktik. Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah pun meningkat, baik dari segi kualitas maupun suasana yang lebih menarik.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program ini merupakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah mempercepat perbaikan sarana pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Program ini ditujukan untuk ribuan sekolah dan madrasah agar akses pendidikan bisa lebih merata, baik di kota maupun daerah terpencil.

Kehadiran program ini memberikan semangat baru bagi SMKN 5 Manokwari. Sebelumnya, kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Saat pertama kali datang pada tahun 2020, Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin, mengungkapkan bahwa sekolah ini ditutupi oleh pohon-pohon besar dan rerumputan. Ruang kelas hampir seperti gudang terbengkalai karena atap yang rusak, lantai yang masih tanah, dan tumbuhan yang tumbuh di dalam ruangan.

Akibat kondisi tersebut, kepercayaan masyarakat turun dan banyak orang memilih menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah di kota dengan jarak sekitar 100 kilometer. Hal ini membuat jumlah siswa di SMKN 5 Manokwari sangat sedikit, bahkan kurang dari 50 murid.

Guru-guru SMKN 5 Manokwari kemudian melakukan upaya jemput bola ke SMP-SMP terdekat dan masyarakat sekitar untuk membangun kembali kepercayaan. Meski dengan keterbatasan sumber daya, mereka terus berusaha memperbaiki kondisi sekolah. Lambat laun, masyarakat mulai percaya kembali pada SMKN 5 Manokwari.

“Jangankan murid, bahkan guru-guru pun hampir menyerah dengan kondisi sekolah ini,” ujar Choiruddin. Ia menjelaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan dan mengembangkan sekolah.

Tidak jarang, guru-guru SMKN 5 Manokwari mengalami ejekan dari rekan-rekan guru dari sekolah yang lebih lengkap fasilitasnya. Amirullah, salah satu guru yang bertugas di SMKN 5 Manokwari sejak 2011, menceritakan pengalamannya ketika nama sekolah disebut dalam pertemuan guru atau tugas kedinasan. “Kepala mereka refleks tertunduk,” katanya.

Setelah sekolah direvitalisasi, perubahan yang signifikan terasa. Guru dan siswa kini tersenyum melihat wajah SMKN 5 Manokwari yang dulu nyaris tidak terlihat. Murid-murid yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh kini memiliki pilihan sekolah yang dekat dengan rumah.

Salah satu siswa, Alberto Wilson, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah telah berubah secara signifikan. Dulu, sekolah ini tidak terlihat seperti tempat belajar, tetapi kini tampak lebih baik dan layak. “Sekarang saya selalu bisa bertemu teman-teman. Dulu mereka jarang masuk karena sekolah yang jelek dan jarak yang jauh. Sekarang kita sudah punya sekolah yang bagus dan saya harap teman-teman bisa rajin berangkat ke sekolah untuk belajar kembali dengan nyaman,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *