Kurangi emisi karbon, dekarbonisasi berbasis efisiensi aset hadir di IPA Convex 2026

Pendahuluan

Di tengah tuntutan global untuk mengurangi jejak karbon, perusahaan-perusahaan besar mulai mencari solusi inovatif yang dapat membantu industri dalam menjalankan operasionalnya secara lebih berkelanjutan. Salah satu perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat dalam hal ini adalah Henkel, sebuah perusahaan multinasional asal Jerman yang bergerak di bidang produk konsumen dan industri. Dalam gelaran IPA Convex 2026, Henkel memperkenalkan konsep baru yang dikenal dengan “Invisible Decarbonization”.

Konsep Invisible Decarbonization

Konsep ini menekankan bahwa pengurangan emisi karbon dapat dicapai melalui penguatan integritas aset dan optimalisasi efisiensi energi pada infrastruktur yang sudah ada. Tidak memerlukan perubahan besar pada sistem produksi utama, strategi ini dirancang untuk memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan tanpa mengganggu operasional bisnis.

Teknologi Stopaq dan Mascoat

Dua teknologi utama yang dipresentasikan dalam seminar tersebut adalah Stopaq dan Mascoat. Stopaq diklaim mampu mengurangi emisi CO2 hingga 91 persen dibandingkan metode perlindungan korosi konvensional. Selain itu, profil emisi dari Stopaq jauh lebih rendah, yaitu 11 kali lebih rendah per 100 meter persegi dibandingkan metode tradisional.

Sementara itu, Mascoat mampu meningkatkan efisiensi termal secara konsisten hingga 42 persen. Hal ini berdampak langsung pada penghematan bahan bakar serta pengurangan jejak karbon operasional secara signifikan. Kedua solusi ini fokus pada pemeliharaan preventif dan integritas aset sebagai instrumen dekarbonisasi yang efisien dari sisi biaya dan mampu memberikan hasil terukur dalam waktu singkat.

Pemeliharaan Preventif dan Integritas Aset

Henkel mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam solusi infrastructure protection & repair untuk mengurangi emisi tersembunyi yang berasal dari kehilangan panas, korosi, dan kebocoran. Dengan memperpanjang siklus hidup aset, perusahaan secara otomatis dapat mengurangi konsumsi material baru seperti baja yang memiliki jejak karbon produksi sangat tinggi. Selain itu, hal ini juga membantu mengoptimalkan konsumsi energi pada peralatan produksi yang rentan mengalami penurunan performa.

Komitmen Henkel dalam Transformasi Industri Migas

Sebagai pemimpin teknologi global dengan pengalaman 150 tahun serta didukung lebih dari 2.500 insinyur ahli di 150 negara, Henkel berkomitmen membantu industri minyak dan gas Indonesia bertransformasi dari pola operasional reaktif menuju pengelolaan aset berbasis prediktif. Inovasi ini tidak hanya memastikan keandalan fasilitas di lingkungan ekstrem, tetapi juga memperkuat daya saing bisnis melalui efisiensi energi yang sejalan dengan prinsip sustainability.

Penutup

Dengan konsep dan teknologi yang mereka hadirkan, Henkel menunjukkan bahwa dekarbonisasi bukanlah hal yang mustahil. Melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan, perusahaan ini membuka jalan bagi industri migas untuk menjalani operasionalnya dengan lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, Henkel tidak hanya menjadi pelaku utama dalam inovasi teknologi, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *