Kenaikan Harga Hewan Kurban di Pasar Pon Ambarawa
Harga hewan kurban di Pasar Pon Ambarawa mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini. Kenaikan terjadi baik pada sapi maupun kambing, yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam merayakan hari raya besar tersebut.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa kenaikan harga berkisar antara 10 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Harga kambing yang sebelumnya dipatok sekitar Rp 1,7 juta per ekor kini melonjak menjadi Rp 2,6 juta hingga Rp 2,7 juta. Sementara itu, harga sapi standar saat ini mencapai rata-rata Rp 25 juta per ekor.
Ngesti Nugraha menyebutkan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan pasokan dan permintaan pasar. Meski demikian, aktivitas jual beli di Pasar Pon Ambarawa tetap ramai. Menurutnya, banyak pedagang yang sudah berhasil menjual hewan kurban mereka.
“Rata-rata pedagang yang saya tanya sudah banyak yang laku. Ada yang habis, ada yang terjual tiga sampai empat ekor,” ujar Ngesti usai meninjau Pasar Pon menjelang Iduladha.
Kepala UPTD Pasar Pon, Muhammad Hidayat, menambahkan bahwa harga sapi kurban standar tahun ini berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Untuk sistem timbang hidup, harga sapi mencapai Rp55 ribu hingga Rp57 ribu perkilogram.
Meskipun harga meningkat, kondisi pasar hewan menjelang Iduladha dinilai masih stabil. Dalam satu bulan terakhir, jumlah sapi yang masuk ke Pasar Pon mencapai 300 hingga 400 ekor setiap pasaran. “Yang terjual rata-rata separuh lebih. Artinya, kondisi pasar masih bagus,” ujarnya.
Pasar Pon masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam mencari hewan kurban. Hewan yang dijual mayoritas berasal dari Kabupaten Semarang, dengan tambahan pasokan dari Boyolali, Magelang, Yogyakarta hingga Gunungpati.
Pihak Pasar Pon juga memastikan pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemeriksaan tidak hanya dilakukan menjelang Iduladha, tetapi juga setiap momentum pasaran.
“Di luar Idulqurban pun pemeriksaan tetap ketat supaya hewan yang masuk dipastikan sehat,” kata Hidayat.
Pengaruh Penyakit Ternak terhadap Pasokan Sapi
Blantik asal Ambarawa, Slamet Riyadi, mengakui bahwa harga sapi tahun ini memang lebih mahal dibanding tahun lalu. Ia menilai kondisi ini dipengaruhi oleh langkanya pasokan sapi akibat adanya penyakit ternak.
“Kalau tahun ini sapi agak langka jadinya sangat mahal,” katanya.
Dalam sekali pasaran, Slamet membawa tiga ekor sapi dan seluruhnya laku terjual. Selama menjelang Iduladha tahun ini, ia mengaku telah menjual sekitar 15 ekor sapi. Meski begitu, ia menilai permintaan pembeli tahun ini cenderung lebih sepi dibanding tahun lalu.
“Kalau dibanding tahun lalu, tahun lalu lebih ramai,” ujarnya.
Kondisi Pasar Hewan yang Stabil
Meskipun harga hewan kurban meningkat, kondisi pasar hewan di Pasar Pon Ambarawa tetap stabil. Para pedagang dan petugas pasar mengklaim bahwa pasokan hewan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Pemeriksaan kesehatan hewan tetap dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa semua hewan yang dijual aman dan layak dikurbankan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar hewan.






