Pengaruh Gadget terhadap Pendidikan dan Kesehatan Anak-Anak
Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada pendidikan agama, adab hingga kesehatan anak-anak. Hal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan pemangku kebijakan.
Pada hari Minggu (25/5/2026), sebanyak 261 anak yatim/piatu dari 45 gampong di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie mendapatkan santunan. Acara tersebut berlangsung di Masjid Nurul Mukmin dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta pejabat setempat. Antara lain, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPPI) M. Rasyid, Ketua PHBI Kembang Tanjong Abi Madi, Ketua Forum Keuchik Nazaeullah yang juga Keuchik Gampong Tanjong Krueng, perwakilan Kapolsek dan Koramil Kembang Tanjong, Ketua Forum Mukim Kembang Tanjong, Yahya Husin, serta Kepala UPTD Puskesmas Kembang Tanjong dr. Zahara.
Setiap anak yatim menerima bantuan berupa 10 kilogram beras, sarung, sajadah, dan uang tunai sebesar Rp4.000.000 per jiwa. Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa dulu anak-anak lebih dekat dengan pendidikan agama dan aktivitas di meunasah maupun masjid. Namun, kini perhatian mereka banyak tersita oleh handphone dan media sosial. “Mari sama-sama kita menjaga generasi muda ini. Saya titip anak-anak yatim ini kepada ibu dan para orang tua wali untuk dijaga dan dididik dengan baik. Hari ini kita sedang digempur berbagai persoalan informasi global melalui handphone. Jika tidak diawasi, anak-anak bisa kehilangan arah, akhlak dan semangat belajar,” ujarnya.
Persoalan kecanduan gadget tidak bisa dianggap sepele karena telah menyentuh aspek agama, sosial hingga kesehatan generasi muda. “Jika terus menerus main HP, mereka akan jauh dari Al-Qur’an, malas belajar agama, kurang hormat kepada orang tua dan mulai kehilangan adab dalam pergaulan. Ini yang harus dijaga bersama,” tambah Fauzi Harfa.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak yatim membutuhkan perhatian lebih agar tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara spiritual dan memiliki pegangan agama yang kuat di tengah derasnya pengaruh budaya luar melalui media sosial. Ia khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan, generasi muda dikhawatirkan tumbuh menjadi pribadi individualis dan kehilangan nilai kebersamaan yang selama ini menjadi budaya masyarakat Aceh.
Selain itu, penggunaan gadget berlebihan juga dinilai berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental anak-anak. Dalam tausiyahnya, Tgk Zulfikar dari Pidie Jaya mengajak masyarakat untuk terus memuliakan anak yatim dan menjadikan momentum bulan Zulhijjah sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa menjaga dan menyantuni anak yatim bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ajaran agama yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT. Santunan anak yatim ini rutin dilakukan kecamatan setempat setiap tahun.





