BERITA  

Mengenang Ryamizard, Pahlawan yang Mengharumkan Indonesia di Kamboja

Kehilangan Seorang Tokoh Militer

Menteri Pertahanan dan Keamanan periode 2014-2019, Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) siang. Sesuai rencana, almarhum akan dimakamkan pada hari ini, Senin 1 Juni 2026. Sebelum dimakamkan, jenazah sang jenderal dibawa ke Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat untuk menjalani proses upacara penghormatan dan persemayaman. Jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Almarhum akan dimakamkan melalui upacara pemakaman militer.

Semasa hidupnya, Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu adalah sosok yang berprestasi. Dia bukan “jenderal” di balik meja. Ryamizard Ryacudu adalah “jenderal lapangan”. Ia kenyang pengalaman di medan tempur. Bahkan, Ryamizard Ryacudu dijuluki sebagai Jenderal Pasukan Tempur.

Aksi Heroik

Semasa hidup, saat masih berdinas di TNI Angkatan Darat (AD), almarhum Ryamizard Ryacudu pernah melakukan aksi heroik yang membanggakan Indonesia. Waktu itu tahun 1992, Ryamizard Ryacudu masih berpangkat Letnan Kolonel (Letkol), memimpin Pasukan Garuda XII B di Kamboja. Ketika bertugas di Kamboja, negara tersebut dalam situasi pasca-perang saudara. Pasukan PBB yang bertugas di sana sempat kelimpungan mencari cara menyelamatkan 9 perwira pasukan asing yang disandera Khmer Merah. Ke 9 pasukan asing itu terdiri dari 7 perwira Inggris, 1 perwira Selandia Baru, dan 1 perwira Filipina. Kala itu, pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris tak mampu menyelamatkan ke 9 perwira tersebut. Pimpinan UNTAC (United Nation Transitional Authority in Cambodia) Yasushi Akhasi, kemudian datang kepada Ryamizard meminta bantuan. Namun, Ryamizard punya satu syarat. “Kalau tugas ini sudah diserahkan pada saya (Indonesia), tidak boleh ada satu negara lain pun yang ikut campur!” seperti diceritakan oleh Mochamad Toha, jurnalis di forum News Net Work, yang pernah mewawancarai Ryamizard saat masih menjabat sebagai Pangdam V Brawijaya. Yasushi Akhasi, perwira Jepang itu akhirnya sepakat. Melalui serangkaian upaya dan dialog, akhirnya para perwira yang disandera itu berhasil bebas. Dari sinilah kemudian negara mengakui dedikasi Ryamizard Ryacudu. Ia pun sempat diganjar Satya Lencana Garuda XII/Santi D atas kiprahnya tersebut.

Profil Ryamizard Ryacudu

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan Menteri Pertahanan Indonesia dalam Kabinet kerja 2014-2019 di pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ia lahir di Palembang, 21 April 1950. Ryamizard Ryacudu merupakan anak dari perwira tinggi Angkatan Darat Mayjen TNI Musannif Ryacudu, anggota TNI AD yang dekat dengan Presiden Soekarno. Ryamizard Ryacudu menjalani masa kecil di Kalimantan dan Jakarta. Kemudian masuk sekolah militer AKABRI di Magaleng dan lulus pada 1974. Pada usia 24 tahun, Ryamizard bergelar letnan dua infanteri. Dikutip dari Tribunnews.com, ketika di AKABRI, Ryamizard Ryacudu diketahui merupakan kawan dari Prabowo Subianto. Ryamizard Ryacudu dan Prabowo bahkan pernah membolos bersama dan pergi ke Jakarta. Aksi mereka kemudian ketahuan oleh Gubernur Akabri. Ryamizard Ryacudu menikah dengan Nora Ryamizard Ryacudu yang merupakan putri mantan Wakil Presiden, Jenderal TNI Try Sutrisno.

Rekam Jejak

Jenjang karier Ryamizard Ryacudu dilalui selama periode 1974-1995 sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Wadanyonif Linud 305/Kostrad, Danyonif Linud 305/Kostrad dan Dan Brigif Linud 17/Kostrad. Pada 1995-1997, Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Asisten Operasi Kodam Wirabuana dan selanjutnya diangkat sebagai Komandan Korem 044/Gapo di Kodam Sriwijaya. Karier sebagai perwira tinggi dimulai ketika diangkat sebagai Kepala Staf Divisi 2/Kostrad tahun 1997 dilanjutkan sebagai Kepala Staf Kodam Sriwijaya. Tahun 1998-2000 berbagai jabatan strategis militer disandang mulai dari Panglima Divisi 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Pangdam Brawijaya, Pangdam Jaya dan Pangkostrad. Selanjutnya Ryamizard diangkat sebagai Kepala Staf TNI AD tahun 2002 hingga 2005. Pada 2004, di akhir masa jabatan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ryamizard Ryacudu pernah dicalonkan sebagai Panglima TNI. Namun, nama Marsekal Djoko Suyanto yang akhirnya dipilih oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhono. Ryamizard Ryacudu juga diketahui merupakan penulis buku berjudul ‘Perang Modern’ dan juga berkontribusi dalam penulisan buku ‘Indonesia Baru dan Tantangan TNI’.

Kelakar dengan Prabowo

Dikutip dari Kompas.id, almarhum Ryamizard Ryacudu ternyata satu angkatan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Saat serahterima jabatan dengan Prabowo ketika menjabat sebagai Menhan, Ryamizard pernah berkelakar. Ia mengisahkan bagaimana perjalannya saat masih satu barak dengan Prabowo. ”Jadi, kami sudah sama-sama tahulah isinya. Sesama bus kota dilarang menyalip,” kata Ryamizard (Kompas, 24/10/2019). Ketika itu, Ryamizard juga mengingatkan akan bahaya radikalisme kepada Prabowo. Ancaman itu menambah berat tugas Menteri Pertahanan yang berdiri sebagai penjaga kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan negara. Situasinya disebut kian pelik mengingat ada segelintir prajurit TNI yang ternyata juga terpapar radikalisme. ”Bela negara itu sangat penting. Ketika awal 2014 saya suarakan, ada pro dan kontra. Itu program sebenarnya sudah 13 tahun direncanakan, saya yang pertama golkan,” kata Ryamizard. Upaya penanggulangan terorisme juga dijalin Ryamizard bersama negara-negara anggota ASEAN. Sewaktu masa kepemimpinannya, ia juga menginisiasi kerja sama patroli terkoordinasi bersama tiga negara di Laut Sulu guna mengurangi bajak laut dan ancaman terorisme di wilayah tersebut.

Jejak Karier

  • Komandan Kompi Pelajar
  • Komando Takalar Kalimantan Timur (1976)
  • Komandan Kompi Pelajar
  • Komando Pendidikan (Dodik)
  • Kodam XII/Tanjungpura (1976)
  • Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura (1976)
  • Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (1977 – 1977)
  • Komandan Batalyon 641 dan 642, Kodam XII/Tanjungpura (1980)
  • Kepala Seksi-2/Opersasi Yonif 641 (1982 – 1982)
  • Kepala Seksi Operasi Linud Brigif 17 Kujang (1987)
  • Wakil Danyon 305 Tengkorak Kujang Kostrad (1988 – 1988)
  • Danyon Linud 305 Tengkorak Kujang (1990 – 1990)
  • Kepala Staf Brigif 17 Kujang I Kostrad (1991 – 1991)
  • Komandan Kontingen Garuda XII-B (1992 – 1992)
  • Komandan Sektor 5 Barat, Kamboja (1992 – 1992)
  • Dipercaya oleh Pasukan PBB di Kamboja (UNTAC)
  • Komandan Brigade Infanteri 17 Ku (1994 – 994)
  • Asisten Operasi Kodam VII/Wirabu (1995 – 1995)
  • Danrem 044 Garuda Dempo Kodam II (1995 – 1995)
  • Kepala Staf Divisi II Kostrad (1996 – 1996)
  • Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya (1997 – 1997)
  • Panglima Divisi II Kostrad, Jawa (1998 – 1998)
  • Kepala Staf Kostrad (1998 – 1998)
  • Pangdam V/Brawijaya (1999 – 1999)
  • Pangdam Jaya (1999 – 2000)
  • Pangkostrad (2000 – 2002)
  • KSAD (2002 – 2004)
  • Menteri Pertahanan dan Keamanan (2014 – 2019)

Penghargaan

  • Satya Lencana Garuda XII/Santi D
  • Satya Lencana Seroja
  • Satya Lencana Dwidyasistha
  • Satya Lencana Kesetiaan VIII
  • Medali PBB PBB
  • Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • Kartika Eka Paksi Nararya III
  • Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun
  • Kartika Eka Paksi Pratama
  • Yudha Dharma Nararya
  • Bintang Dharma
  • Yudha Dharma Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *