Aceh Memperkenjalkan Budaya Melalui Tari Saman di Festival Tari Internasional
Festival tari internasional yang bergengsi dan diikuti oleh 13 negara menjadi momen penting bagi Aceh dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Salah satu bentuk perwakilan budaya tersebut adalah Tari Saman, yang akan tampil pada Busan International Dance Festival (BIDF) 2026.
Tim Tari Saman Gayo dari Aceh telah mengawali partisipasinya dalam festival ini dengan hadir dalam acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Busan Cultural Centre (BCC), Busan, Korea Selatan, pada Jumat, 5 Juni 2026. Mereka tampil dengan pakaian khas Kerawang Gayo, yang menampilkan ornamen etnik yang mencerminkan identitas budaya Aceh. Penampilan mereka menarik perhatian para tamu undangan, termasuk perwakilan dari berbagai negara.
Pada kesempatan tersebut, Indonesia diwakili oleh Aceh melalui penampilan Tari Saman yang dipersembahkan oleh Lesbumi Gayo (Lesbuga) bersama Duta Saman Institute (DSI). Selain tarian, penyair Fikar W Eda juga akan membacakan puisi berjudul “Seribu Saman”, sebuah karya yang menggambarkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Tari Saman.
Jadwal Penampilan Tim Saman di BIDF 2026
Tim Saman akan tampil pada 6 dan 7 Juni 2026 di Handeu Beach Stage, sebuah panggung bibir pantai Busan. Selanjutnya, pada 8 Juni 2026, mereka akan melakukan workshop Saman di Chungriyeoul Elementary School. Pada 9 Juni 2026, Tim Saman dan puisi akan hadir di Geoje Arts Centre Grand Theater sebagai penutup dari BIDF 2026.
Selama acara pembukaan, disela-sela kegiatan juga dilakukan penyerahan buku puisi Debu di Atas Debu karya penyair Indonesia Taufiq Ismail yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Buku tersebut diserahkan oleh Fikar W Eda bersama Ketua Lesbuga M Aris kepada Shin Eunju, Executive Director BIDF. Penyerahan buku ini menjadi simbol persahabatan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus memperkenalkan khazanah sastra Indonesia kepada publik Korea.
Misi Budaya yang Lebih Luas
Ketua Lesbuga, M Aris, menjelaskan bahwa keikutsertaan tim Saman dalam BIDF bukan hanya untuk menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga membawa misi kebudayaan yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa melalui Tari Saman dan sastra Indonesia, mereka ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya bangsa kepada masyarakat internasional. Ini merupakan bentuk diplomasi budaya yang bertujuan mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa.
Executive Director BIDF, Shin Eunju, menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Aceh yang membawa perpaduan seni tari dan sastra dalam festival tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas hadiah buku puisi yang diberikan.
Keikutsertaan Aceh dalam BIDF 2026 menjadi kelanjutan dari perjalanan diplomasi budaya yang selama ini dilakukan oleh para pegiat seni Aceh di berbagai negara. Melalui Tari Saman, Aceh kembali menunjukkan bahwa warisan budaya yang lahir dari dataran tinggi Gayo mampu menjadi bahasa universal yang menjembatani persahabatan antarbangsa.
Dukungan Pemerintah Aceh
Kedatangan Tim Saman ke BIDF difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh atas atensi Gubernur Aceh dan Sekda M Nasir. Keduanya mengharapkan Tim Saman tampil sukses di perhelatan internasional tersebut.






