Pertamax dan Pertamax Green 95 Alami Kenaikan Harga, Pertamina Jelaskan Alasannya
Mulai Rabu, 10 Juni 2026, masyarakat Indonesia dihadapkan pada penyesuaian harga untuk dua jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green 95. Kenaikan ini, terutama untuk Pertamax, cukup signifikan dan menimbulkan pertanyaan di benak konsumen. Pertamina Patra Niaga, sebagai operator distribusi, memberikan penjelasan terkait kebijakan ini, mengaitkannya dengan dinamika pasar global dan komitmen penyediaan energi berkualitas.
Rincian Kenaikan Harga di Berbagai Wilayah
Perubahan harga ini tidak seragam di seluruh Indonesia, mengingat adanya perbedaan regulasi dan kondisi pasar di tiap daerah. Khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan, termasuk kota Makassar, harga Pertamax mengalami lonjakan tajam.
- Pertamax: Naik menjadi Rp16.650 per liter. Sebelumnya, harga BBM jenis ini dipatok pada angka Rp12.600 per liter. Kenaikan ini berarti ada penambahan sebesar Rp4.050 per liter, atau sekitar 32,14 persen dari harga lama.
Sementara itu, untuk Pertamax Green 95, ketersediaannya belum merata di seluruh penjuru negeri. Di Sulawesi Selatan, misalnya, jenis BBM yang merupakan campuran Pertamax dengan 5 persen bioetanol nabati berbahan dasar tebu ini belum tersedia.
Namun, di Pulau Jawa, yang menjadi satu-satunya wilayah distribusi Pertamax Green 95, kenaikan harga juga terjadi. Harga Pertamax Green 95 kini menjadi Rp17.000 per liter, naik dari banderol sebelumnya yang sebesar Rp12.900 per liter.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026 (Wilayah Sulsel)
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian harga BBM Pertamina per liter untuk wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamax Green 95: – (Belum Tersedia)
- Pertamax: Rp16.650 (Sebelumnya Rp12.600)
- Pertamax Pertashop: Rp16.550
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamina DEX: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
- Biosolar nonsubsidi: – (Belum Tersedia)
- Biosolar subsidi: Rp6.800
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi?
Pertamina Patra Niaga dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan konsekuensi dari pertimbangan mendalam terhadap perkembangan harga minyak mentah dunia serta kondisi pasar yang berlaku saat ini. Kebijakan ini diambil sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan bagian integral dari pengelolaan sektor energi nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green 95 dilakukan setelah melalui proses evaluasi yang ketat sesuai dengan formula harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat agar terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan resminya pada Selasa malam (9/6/2026).
Ketersediaan Stok dan Informasi Harga
Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok BBM nonsubsidi tetap terjaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah dapat terpenuhi tanpa kendala.
Roberth menambahkan bahwa masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkini mengenai perkembangan harga BBM melalui kanal resmi yang disediakan oleh perusahaan. Kanal-kanal ini meliputi situs web Pertamina, situs web Pertamina Patra Niaga, serta aplikasi MyPertamina.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” jelasnya.
Dengan adanya transparansi informasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami dasar penyesuaian harga dan terus mendapatkan pasokan energi yang dibutuhkan. Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan produk BBM berkualitas sambil menjaga stabilitas operasional di tengah fluktuasi pasar global.



