SURABAYA – Kebutuhan masyarakat terhadap perawatan estetika non-bedah terus meningkat seiring keinginan memperoleh hasil yang optimal tanpa harus menjalani proses pemulihan yang lama.
Menjawab tren tersebut, Profira memperkenalkan Profira XERF, teknologi estetika berbasis Dual Monopolar Radio Frequency yang diklaim mampu memberikan efek lifting dan tightening dengan prosedur minim rasa sakit.
Teknologi ini juga disebut menjadi yang pertama hadir di Surabaya dan peluncuran Profira XERF tersebut dilakukan dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Director Profira Clinic, dr. Ruth Julyana, mengatakan kehadiran teknologi terbaru tersebut menjadi bagian dari komitmen Profira untuk terus menghadirkan layanan estetika berstandar internasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan treatment yang lebih nyaman dan efektif.
“Kami bangga menjadi salah satu klinik di Indonesia yang menghadirkan Profira XERF. Teknologi Dual Monopolar Radio Frequency terbaru ini merupakan langkah besar dalam perjalanan inovasi Profira sekaligus memperkuat komitmen kami menghadirkan layanan estetika dengan standar internasional,” ujarnya.
Menurut dr. Ruth, perkembangan teknologi estetika saat ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengedepankan keamanan dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Melalui Profira XERF, lanjutnya, pasien dapat memperoleh hasil yang alami dengan waktu pemulihan yang sangat singkat sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Inovasi terbaik bukan hanya menghadirkan teknologi tercanggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan hasil yang alami, aman, nyaman, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri pasien,” katanya.
Profira XERF mengusung teknologi Dual Monopolar Radio Frequency yang mengombinasikan dua frekuensi, yaitu 6,78 MHz dan 2 MHz. Kombinasi tersebut memungkinkan energi bekerja pada dua lapisan kulit secara bersamaan sehingga efek pengencangan (tightening) dan pengangkatan (lifting) dapat diperoleh dalam satu kali tindakan.
Selain mengutamakan efektivitas, teknologi ini juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Selama prosedur berlangsung, pasien hanya merasakan sensasi hangat pada area yang dirawat tanpa memerlukan anestesi. Sistem pendingin yang diklaim bekerja hingga 12 kali lebih optimal turut membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama treatment.
Keunggulan lainnya, pasien tidak memerlukan masa pemulihan setelah tindakan sehingga dapat langsung kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Profira menyebut sejumlah kelebihan XERF antara lain mampu memberikan efek lifting dan tightening yang mulai terlihat setelah treatment, minim rasa sakit, tanpa downtime, dilengkapi sistem pengaturan energi secara real-time sesuai kondisi kulit pasien, serta teknologi pendingin yang membuat proses perawatan lebih nyaman.
Satu sesi treatment berlangsung sekitar 45 menit. Frekuensi tindakan akan disesuaikan dengan kondisi kulit dan usia pasien. Secara umum, perawatan direkomendasikan sekitar dua kali dalam setahun, sedangkan pada pasien dengan kondisi kulit yang lebih muda interval treatment dapat mencapai sekitar sembilan bulan sekali sesuai kebutuhan.
Peluncuran Profira XERF menjadi bagian dari berkembangnya tren prosedur estetika non-invasif yang semakin diminati masyarakat. Perawatan berbasis radio frequency kini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menjaga kekencangan kulit, mempertahankan elastisitas wajah, dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan tanpa harus menjalani operasi.
Sebagai rangkaian peluncuran teknologi tersebut, Profira juga menggelar program Mid Year Sale pada 20–27 Juli 2026. Selama periode itu, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai promo khusus untuk treatment Profira XERF maupun layanan estetika lainnya.






