SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memperkuat sinergi dalam bidang komunikasi publik.
Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan penyebarluasan informasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai program pemerintah.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur di Jalan Airlangga Nomor 31-32 Surabaya, Senin (20/7/2026).
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat secara efektif.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarlembaga. Kami berharap pengalaman BKKBN Jawa Timur dalam membangun kemitraan dengan media massa dapat menjadi referensi bagi BBPOM Surabaya dalam memperkuat publikasi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Shodiqin.
Ia menjelaskan, selama ini BKKBN Jawa Timur telah membangun sistem komunikasi publik yang terintegrasi melalui Media Center serta tim komunikasi internal, seperti PIJAR dan NGOPI.
Keberadaan tim tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan dengan media massa sehingga penyampaian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Shodiqin menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN dan BBPOM memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas melalui penyampaian informasi yang transparan, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Sementara itu, Kepala BBPOM Surabaya, Yudi Noviandi, mengapresiasi keberhasilan BKKBN Jawa Timur dalam membangun kemitraan yang erat dengan media. Menurutnya, pola komunikasi tersebut dapat menjadi contoh untuk memperluas jangkauan publikasi berbagai program BBPOM.
“Kami ingin membangun kolaborasi komunikasi publik yang lebih kuat. Apa yang telah dilakukan BKKBN Jawa Timur menjadi inspirasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas publikasi, sehingga masyarakat semakin memahami peran, fungsi, dan layanan yang diberikan BBPOM,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, BBPOM Surabaya memiliki beragam program strategis yang membutuhkan dukungan komunikasi publik, mulai dari pengawasan obat, makanan, kosmetik, hingga pendampingan terhadap pelaku usaha dan UMKM agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Yudi menegaskan, publikasi melalui media massa tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.






