INDONESIAKINI.ID – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup di level Rp 2.580 pada Senin, 2 November 2026, setelah turun 1,53% dalam sehari. Di tengah penurunan tersebut, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie merekomendasikan beli dengan target harga Rp 4.100 untuk jangka panjang, didukung proyeksi kinerja perseroan dan prospek emas serta nikel.
Harga penutupan itu mencerminkan penurunan 40 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Secara year to date atau sejak awal 2026, saham ANTM telah melemah 19,63%, seiring gejolak yang melanda pasar modal Indonesia. Adrian mengingatkan investor agar tetap berhati-hati dalam jangka pendek di tengah volatilitas pasar.
Di luar pergerakan saham, Indo Premier Sekuritas menilai emiten komoditas berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik daripada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penilaian itu muncul meski prospek pasar saham Indonesia dari sisi makroekonomi masih menghadapi tantangan. Perusahaan komoditas yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dinilai berpotensi diuntungkan saat rupiah melemah terhadap mata uang tersebut.
Kinerja keuangan ANTM hingga September 2026 menjadi salah satu dasar optimisme terhadap saham ini. Perseroan membukukan laba bersih Rp 9,66 triliun, naik 46% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 45% menjadi Rp 13,48 triliun, sementara pendapatan tumbuh 23% menjadi Rp 88,48 triliun.
Arus kas operasi bersih perusahaan mencapai Rp 5,06 triliun, atau bertambah 26%. Pada periode yang sama, penerimaan kas dari pelanggan tercatat Rp 87,92 triliun, naik 29%. Adrian memperkirakan pendapatan ANTM sepanjang 2026 mencapai Rp 121 triliun dan meningkat menjadi Rp 128 triliun pada 2027.
Menurut Adrian, emas dan nikel masih menjadi penopang utama bisnis ANTM. Namun, prospek kedua komoditas itu tetap dipengaruhi faktor pasar. Imbal hasil obligasi Amerika Serikat perlu dicermati karena kenaikannya dapat menekan harga emas dunia, sedangkan kinerja nikel berkaitan erat dengan keseimbangan pasokan dan permintaan global.
Meski prospek tersebut menghadapi sejumlah risiko, Adrian menilai valuasi saham ANTM sudah berada pada tingkat terdiskon dan potensi imbal hasil dividennya menarik. “Pada level harga saat ini, saham ANTM menawarkan dividend yield yang menarik dengan valuasi yang terdiskon,” kata Adrian. Atas pertimbangan itu, ia mempertahankan rekomendasi beli dengan target Rp 4.100 dalam jangka panjang.
Penulis: Emel Yanie





