Perencanaan Lokasi Sekolah Rakyat Permanen di Kota Tasikmalaya
Pemerintah Kota Tasikmalaya sedang melakukan persiapan untuk menentukan lokasi atau lahan yang akan digunakan sebagai Sekolah Rakyat (SR) permanen. Saat ini, upaya tersebut sudah mulai dimatangkan dan akan terus dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, Kota Tasikmalaya sudah memiliki Sekolah Rakyat Integrasi 41 yang berada di wilayah Kecamatan Mangkubumi. Sekolah ini memiliki tiga rombongan belajar (rombel), yaitu satu kelas SD dan dua kelas SMP. Meskipun demikian, pihak pemerintah masih membutuhkan lahan yang lebih besar untuk mendirikan SR permanen yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Beberapa calon lokasi lahan yang tersebar di berbagai kecamatan belum memenuhi luasan yang diperlukan, yakni sekitar 7,5 hektar. Untuk itu, pemerintah kota sedang melakukan kajian dan pengadaan lahan secara bertahap.
“Kita akan mengadakan pengadaan lahan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat memberikan keterangan pada acara Musrenbang tingkat Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026). Ia juga menyebutkan bahwa target pengadaan lahan yang matang akan dilakukan pada tahun 2027.
Menurutnya, alasan utama mengapa lokasi SR permanen belum ditentukan adalah karena prosesnya cukup panjang. Namun, saat ini pihaknya sedang mematangkan segala aspek terkait lokasi tersebut. “Tahun ini kita akan secepatnya melakukan kajian dari provinsi karena lahan itu harus ada kurang lebih 5 hektar dan tahun ini kita matangkan di lahannya,” jelasnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan memaksimalkan penggunaan sekolah rakyat sementara yang telah ada. “Kita tidak terburu-buru dan tetap lakukan koordinasi, total ada 7 titik, nanti akan dipilih mana saja yang paling layak sesuai aturan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Sekolah Rakyat: Program Pendidikan Gratis untuk Anak Prasejahtera
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan formal berasrama gratis yang mencakup jenjang SD hingga SMA. Program ini diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera (desil 1-2). Tujuan utamanya adalah untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sekolah Rakyat menyediakan seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, makan, dan kesehatan bagi para siswanya. Kurikulum yang digunakan meliputi pendidikan nasional, karakter, kepemimpinan, serta keterampilan vokasi. Selain itu, Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kemendikdasmen dan kementerian terkait lainnya.
Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang divalidasi melalui data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) akan diterima dalam program ini. Konsep Sekolah Rakyat dijalankan dalam bentuk asrama (boarding school) untuk memastikan disiplin dan pembinaan intensif.
Sejarah dan Visi Sekolah Rakyat
Salah satu pionir Sekolah Rakyat adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta yang diresmikan pada 14 Juli 2025. Sekolah ini menjadi contoh awal dari konsep pendidikan berasrama yang gratis dan berfokus pada pemberdayaan anak-anak dari keluarga miskin.
Tujuan utama dari Sekolah Rakyat adalah memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi seluruh anak bangsa, sehingga mereka dapat menjadi lebih berdaya dan berdaya saing. Dengan adanya program ini, diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.





