Layanan Konseling dan Tes HIV Gratis di Seluruh Puskesmas Riau
Pemerintah Provinsi Riau kini memastikan bahwa layanan konseling dan tes HIV dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Tidak hanya tersedia di rumah sakit, layanan ini juga hadir di seluruh puskesmas yang ada di kabupaten dan kota di Riau. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan dini terhadap HIV.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Zulkifli, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 297 layanan HIV yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Masyarakat bisa melakukan konseling dan testing HIV di seluruh wilayah Riau. Semua puskesmas dan rumah sakit pemerintah serta sebagian rumah sakit swasta sudah melayani,” ujarnya.
Layanan tersebut tidak hanya mudah diakses, tetapi juga gratis. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan dan pemeriksaan. Dinkes berharap dengan akses layanan yang luas dan gratis, kesadaran masyarakat akan penanganan HIV semakin meningkat.
Di puskesmas, warga yang memiliki BPJS bisa berobat tanpa biaya sama sekali. Sementara yang belum memiliki BPJS hanya dikenakan biaya pendaftaran, sedangkan obat tetap gratis. Hal serupa juga berlaku di rumah sakit. Pasien cukup membayar biaya pendaftaran sesuai kebijakan masing-masing, sementara obat HIV tetap diberikan gratis.
Ketersediaan Obat Antiretroviral (ARV)
Selain itu, ketersediaan obat antiretroviral (ARV) di Riau juga dipastikan aman. Saat ini terdapat 167 layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) yang siap melayani pasien. “Obat ARV tersedia cukup di seluruh layanan. Distribusinya berjenjang dari pusat hingga ke fasilitas kesehatan,” jelas Zulkifli.
Dengan fasilitas yang sudah lengkap, seluruh orang dengan HIV (ODHA) di Riau sebenarnya sudah bisa mendapatkan pengobatan secara rutin dan berkelanjutan. Namun, Dinkes mengakui masih ada tantangan. Sebagian masyarakat masih ragu untuk memeriksakan diri. Ada juga pasien yang berhenti berobat karena merasa sehat atau bosan menjalani terapi jangka panjang.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan tes HIV. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. “Jangan takut untuk periksa. Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” tegas Zulkifli.
Data Kasus AIDS di Riau
Sebagai informasi, jumlah kumulatif kasus AIDS di Riau hingga Desember 2025 mencapai 4.480 orang. Kota Pekanbaru masih menjadi penyumbang tertinggi dengan 2.746 kasus, disusul Indragiri Hilir 308 kasus dan Dumai 300 kasus.
Kasus AIDS di Provinsi Riau paling banyak ditemukan pada kelompok pekerja. Data menunjukkan, karyawan menjadi penyumbang tertinggi dengan 1.384 kasus, disusul wiraswasta atau usaha sendiri sebanyak 885 kasus. Selain itu, ibu rumah tangga juga tercatat cukup tinggi dengan 571 kasus, serta kelompok tidak bekerja sebanyak 512 kasus.
Sementara profesi lain seperti petani/nelayan 191 kasus, pegawai negeri sipil 161 kasus, hingga pelajar/mahasiswa 126 kasus turut menyumbang angka kasus.






