News  

Sensasi Rival Alwi Farhan di Kejuaraan Asia 2026 Berakhir Mengecewakan, Shi Yu Qi Tampil Mengesankan

Ayush Shetty, pemain tunggal putra asal India, mengungkapkan sedikit kekecewaan terhadap performanya di final Kejuaraan Asia 2026. Puncak persaingan Kejuaraan Asia 2026 resmi berakhir pada Minggu (12/4/2026) lalu, di mana Ayush Shetty menciptakan sensasi luar biasa dalam nomor tunggal putra.

Shetty, yang berada di peringkat ke-25 dunia, secara mengejutkan mampu bertahan dan melangkah hingga babak final untuk menghadapi wakil tuan rumah China, Shi Yu Qi. Pertandingan digelar di Ningbo Olympic Sports Center, China, dan Shetty gagal melanjutkan tren positifnya setelah kalah dari pemain peringkat satu dunia tersebut dengan skor 8-21, 10-21 dalam waktu 42 menit.

Melihat skor yang cukup jauh saat menghadapi Shi, pertandingan final kemarin menjadi titik antiklimaks bagi rival Alwi Farhan sejak level junior. Dia harus kehilangan kesempatan menjadi juara Asia sekaligus memberikan Shi Yu Qi rekor tak terkalahkan dalam tiga pertemuan.

Setelah pertandingan, Shetty tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena dia sempat berharap bisa memberikan perlawanan yang sengit kepada Shi di lapangan. Di sisi lain, Shi benar-benar berada di level yang berbeda melalui sistem permainan yang solid dan tidak memberikan ruang bagi Shetty untuk berkembang.

“Saya sedikit kecewa dengan hasil laga final ini, saya benar-benar menginginkan sebuah pertandingan yang hebat,” kata Ayush Shetty.

“Tapi Shi Yu Qi benar-benar bermain lebih baik hari ini, dia selalu melancarkan tekanan dan dia tidak memberikan ruang kepada saya untuk bangkit,” tambahnya.

Meskipun penampilan di final dan hasil akhir yang mengecewakan, Shetty mengaku telah mendapatkan pelajaran yang luar biasa sepanjang pekan Kejuaraan Asia 2026. Hal yang patut diapresiasi adalah dia berhasil mengalahkan beberapa nama besar dalam perjalanannya menuju babak final.

Pada babak pertama, Shetty sudah menciptakan kejutan dengan menumbangkan unggulan kelima dan wakil tuan rumah, Li Shi Feng, melalui dua gim yang solid dengan skor 21-13, 21-16. Setelah itu, dia kembali menjungkalkan unggulan ketiga, yaitu wakil Indonesia Jonatan Christie, pada babak perempat final atau delapan besar.

Mendapatkan status sebagai unggulan ketiga, Jonatan harus gigit jari dengan perlawanan sengit Shetty yang menang melalui dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-17. Di babak semifinal, unggulan pertama asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, juga tak kuasa menahan ganasnya permainan Shetty dengan kalah 21-10, 19-21, 17-21.

Alhasil, kebanggaan tetap dirasakan oleh Shetty mengingat beberapa pemain elit dunia tidak mampu menandingi permainannya. “Tentu ada banyak pelajaran yang bisa dipetik hari ini, saya perlu meningkatkan daya tahan dan kekuatan saya serta variasi pergerakan dari belakang,” kata Shetty.

“Saya mendapat undian yang sulit sejak awal, jadi saya sangat senang dengan cara saya bermain.”

“Saya rasa ini adalah minggu yang sangat baik bagi saya dengan meraih beberapa kemenangan hebat.”

“Saya sangat bangga dengan cara saya bermain sepanjang minggu ini,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *