Pengembangan Hunian Praktis di Tangerang Menghadirkan Solusi Terjangkau
Minat masyarakat terhadap hunian yang praktis dan terjangkau semakin meningkat, terutama di kawasan Tangerang. Hal ini mendorong para pengembang untuk menawarkan produk yang lebih adaptif dengan kebutuhan pasar. Salah satu contohnya adalah Rona Homes Tahap 2 di kawasan Summarecon Tangerang, yang kembali diminati setelah kesuksesan tahap sebelumnya.
Rona Homes Tahap 2 dirancang dengan konsep rumah tumbuh, memungkinkan penghuni untuk mengembangkan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan di masa mendatang. Pendekatan ini dinilai sangat relevan dengan gaya hidup masyarakat urban, khususnya keluarga muda yang menginginkan fleksibilitas tanpa mengorbankan kenyamanan.
Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, menyampaikan bahwa tingginya permintaan menunjukkan bahwa hunian dengan konsep efisien dan berada dalam kawasan terpadu masih menjadi pilihan utama konsumen. Ia menjelaskan bahwa peluncuran Rona Homes Tahap 2 merupakan jawaban atas minat yang tinggi dari konsumen properti Rona Homes tahap pertama yang terjual sangat cepat.
“Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian yang nyaman, harganya ramah, dan berada di dalam kawasan terpadu masih sangat relevan, khususnya di wilayah Tangerang,” tambahnya.
Desain Baru yang Menarik Perhatian
Rona Homes Tahap 2 hadir dengan pembaruan desain yang mengusung konsep New Design, New Facade, dan New Layout. Setiap unit dirancang untuk mengoptimalkan fungsi ruang sekaligus menghadirkan tampilan modern yang sesuai dengan preferensi pasar saat ini.
Tersedia empat pilihan tipe hunian dengan variasi ukuran lebar 5 hingga 6 meter dan panjang 10 meter, yang menawarkan fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih sesuai kebutuhan. Dari sisi harga, unit dipasarkan mulai dari kisaran Rp800 jutaan hingga Rp1 miliaran, menjadikannya relatif terjangkau untuk segmen hunian di kawasan berkembang.
Lingkungan Kawasan yang Terintegrasi
Selain desain unit, daya tarik utama Rona Homes juga terletak pada lingkungan kawasan yang terintegrasi. Setiap cluster dilengkapi sistem keamanan satu pintu (one gate system), serta fasilitas penunjang seperti clubhouse, kolam renang, area bermain anak, ruang serbaguna, hingga ruang terbuka hijau.
“Kawasan ini juga mengusung konsep kota terpadu yang ramah pejalan kaki (walkable township) dengan berbagai fasilitas gaya hidup, mulai dari area kuliner, olahraga, hingga ruang publik yang mendukung interaksi sosial penghuni,” ungkap Hindarko.
Aksesibilitas yang Memudahkan
Dari sisi aksesibilitas, lokasi kawasan yang dekat dengan akses Tol Bitung–Tangerang serta didukung infrastruktur penghubung lainnya menjadi nilai tambah tersendiri. Rencana pengembangan transportasi massal juga turut memperkuat potensi kawasan sebagai pusat hunian masa depan.





