Latar Belakang Kasus Pembunuhan Nus Kei
Kasus pembunuhan Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei menjadi perhatian publik setelah terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). Nus Kei, yang dikenal sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, tewas akibat penikaman yang terjadi saat ia baru saja tiba dari penerbangan asal Ambon. Insiden ini menimbulkan kekacauan dan mengundang perhatian luas dari masyarakat.
Dalam kasus ini, dua tersangka yang ditangkap oleh pihak kepolisian adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Hendrikus Rahayaan memiliki latar belakang yang cukup mencolok karena ia adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan dari John Kei, tokoh preman legendaris di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut sebagai warga biasa yang juga terlibat dalam insiden tersebut.
Motif Pembunuhan yang Rumit
Menurut Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, motif utama dari pembunuhan ini adalah dendam lama yang tidak terselesaikan. Kedua pelaku meyakini bahwa korban, Nus Kei, merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu.
Peristiwa penikaman ini terjadi sesaat setelah Nus Kei mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun. Saat sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK). Kakak Nus Kei, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku, namun pelaku melawan dan melarikan diri.
Beberapa menit kemudian, seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan masker langsung menikam Nus Kei. Setelah kejadian tersebut, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan mendapat pertolongan dari petugas. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, tetapi dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Kronologi Pembunuhan Nus Kei
Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Menurut laporan resmi, ia dinyatakan meninggal pada pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.
Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai. Ia datang untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026.
Profil Hendrikus Rahayaan
Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku. Ia adalah keponakan dari John Kei, mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta. Hendrikus memiliki hobi berkelahi sejak kecil, yang sering menyebabkan masalah bagi keluarganya. Namun, ia memutuskan untuk menekuni hobinya dengan tekad kuat.
Dengan bimbingan kakeknya yang merupakan pelatih ilmu bela diri, Hendrikus mulai berlatih keras dan akhirnya terjun di kelas bantam One Pride MMA. Dari sana, ia berhasil meraih prestasi yang membanggakan, termasuk kemenangan atas M. Ricky Syahputra dan Boido Simanjuntak.
Hendrikus sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi dan berharap anak muda Maluku yang memiliki hobi serupa bisa bertarung di ring profesional. Ia percaya bahwa mental baja dan ketekunan akan membawa keberhasilan dalam hidup.






