Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi 7, Luka 81 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Menjadi Tujuh Orang

Pada pukul 07.00 WIB, jumlah korban tewas akibat kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, meningkat menjadi tujuh orang. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.

Selain korban tewas, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Bobby menyampaikan update terbaru mengenai jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tersebut. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat tujuh orang yang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka serta sedang dalam perawatan.

Proses Evakuasi Korban Dilakukan Secara Hatihati

Proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, di lokasi kejadian. Selain itu, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga telah dievakuasi dari lokasi tabrakan. Bobby menyebutkan bahwa seluruh rangkaian sebanyak 12 gerbong telah berhasil dievakuasi ke Stasiun Bekasi.

“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi,” ucap Bobby.

Layanan KRL Dibatasi Sementara

Kebijakan operasional layanan Kereta Rel Listrik (KRL) sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi. Hal ini diterapkan karena proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung. Bobby menjelaskan bahwa operasional kereta untuk Commuter Line belum bisa dioperasikan untuk naik dan turun di Stasiun Bekasi Timur. Oleh karena itu, layanan KRL dibatasi sampai di Stasiun Bekasi.

Tidak Ada Petugas Kereta Api yang Meninggal Dunia

Bobby memastikan bahwa tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Pihaknya menekankan bahwa fokus utama adalah keselamatan para penumpang dan proses evakuasi yang aman.

Latar Belakang Kecelakaan

Sebagai informasi, kecelakaan ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi. Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *