BERITA  

Dinas Peternakan Ciamis Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi Aman dan Bebas PMK

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban di Ciamis Jelang Iduladha

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemeriksaan ini dilakukan di sejumlah kandang dan peternakan yang tersebar di wilayah Kabupaten Ciamis, salah satunya di Kandang milik Sriwijaya Farm di Dusun Cibodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, pada Senin (11/5/2026).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, drh. Asri Kurnia mengatakan bahwa pemeriksaan sementara di kandang Sriwijaya Farm menunjukkan sebagian besar sapi dalam kondisi sehat dan layak kurban.

“Pemeriksaan masih berlangsung. Tadi yang diperiksa lima ekor, tiga sudah cukup umur, kondisinya sehat dan tidak cacat. Sementara dua ekor lainnya memang belum cukup umur dan berdasarkan konfirmasi pemilik memang belum untuk dijual tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total sapi di kandang tersebut mencapai 40 ekor. Dari jumlah itu, 33 ekor telah terjual, sedangkan tujuh lainnya belum cukup umur dan dipersiapkan untuk tahun depan.

Untuk memastikan kelayakan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis telah menerjunkan tim pemeriksa ke seluruh wilayah Ciamis. “Pak Kadis menerbitkan SK untuk menerjunkan tim di 27 kecamatan yang dibagi dalam lima tim UPTD wilayah. Pemeriksaan sudah berlangsung sejak 5 Mei dan akan terus dilakukan sampai 26 Mei sebelum Iduladha,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat. Hewan yang sakit maupun belum cukup umur tidak akan diberikan surat keterangan sehat dan layak kurban.

“Kalau yang sakit tentu tidak kita loloskan dan tidak diberikan surat keterangan layak kurban. Begitu juga yang belum cukup umur,” jelasnya.

Terkait kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Ciamis tahun ini, pihaknya menyebut stok dipastikan aman meski permintaan setiap tahun bersifat fluktuatif. “Setelah Covid memang ada perubahan pola, termasuk dampak mudik terhadap jumlah orang yang berkurban di daerah asal. Tapi para bandar dan peternak sudah siap dengan pasarnya masing-masing, jadi untuk pemenuhan kebutuhan hewan kurban aman,” ungkapnya.

Selain itu, Disnakkan Ciamis juga terus melakukan pengawasan terhadap penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). “Kasus PMK memang masih ada di beberapa wilayah Indonesia, tapi di Ciamis tidak terlalu banyak. Pengendalian dilakukan melalui peningkatan vaksinasi sejak tahun lalu hingga sekarang. Untuk beberapa minggu terakhir, laporan kasus hanya sekitar dua ekor dan alhamdulillah bisa ditangani,” paparnya.

Ia pun mengimbau para bandar dan peternak agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi benar-benar menyediakan hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan. “Jangan hanya karena keuntungan lalu semua dianggap layak. Hewan kurban harus sehat, cukup umur, tidak cacat, sesuai permentan dan fatwa MUI. Kami berharap peternak dan bandar bisa mendorong masyarakat membeli hewan yang benar-benar layak kurban,” pungkasnya.

Proses Pemeriksaan dan Pengawasan

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara sistematis oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang keahlian. Proses ini melibatkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan evaluasi kondisi lingkungan kandang. Setiap hewan yang diperiksa akan mendapatkan label atau sertifikat kelayakan jika memenuhi standar yang ditetapkan.

Beberapa hal yang menjadi fokus dalam pemeriksaan antara lain:
* Kondisi fisik hewan seperti kulit, mata, dan kaki
* Tanda-tanda penyakit menular
* Umur hewan yang sesuai dengan ketentuan
* Kebersihan lingkungan kandang

Pengendalian Penyakit Menular

Disnakkan Ciamis juga melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti PMK dan LSD. Upaya ini meliputi:
* Vaksinasi rutin terhadap populasi hewan
* Peningkatan kesadaran peternak tentang pentingnya kesehatan hewan
* Pelacakan dan isolasi hewan yang diduga terinfeksi

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit dan menjaga kualitas hewan kurban yang tersedia di Kabupaten Ciamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *