BERITA  

Pengakuan Sopir Truk KDMP di Pantura Brebes: Kesulitan Dapat Solar Subsidi Tanpa Barcode

Kecelakaan Beruntun di Pantura Brebes: Truk yang Tidak Memiliki STNK dan BBM yang Tidak Cukup

Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Nasional Pantura, tepatnya di depan Pos Gakkum Tanjung Satlantas Polres Brebes. Peristiwa ini melibatkan satu unit truk Hino, becak, tiga sepeda motor, serta satu mikrobus. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan nomor polisi B-9256-XTZ. Sopir truk tersebut adalah M Ibnu Athoilah (26), seorang perajak asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ibnu mengaku tidak bisa berkonsentrasi saat mengemudikan truknya, sehingga menabrak kendaraan yang berada di depannya yang sedang melaju pelan searah.

Perjalanan yang Penuh Kesulitan

Ibnu bercerita bahwa ia berangkat dari kampung halamannya pada Kamis 7 Mei 2026 menuju ke Tangerang. Ia diberi tawaran pekerjaan oleh rekan seprofesinya dan setuju untuk menerima pekerjaan tersebut. Setelah sampai di Tangerang, ia menuju ke karoseri tempat truk KDMP dirakit. Kemudian, ia berangkat pada dini hari.

Selama perjalanan, Ibnu mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi. Terlebih, uang transport yang ia dapatkan hanya pas-pasan. Truk yang ia kemudikan belum memiliki barcode karena belum memiliki STNK. Bahkan, saat polisi melakukan pemeriksaan, hanya ditemukan STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan).

Dengan hanya membawa 5 liter BBM solar nonsubsidi, Ibnu memulai perjalanan dari Tangerang menuju Magelang. Selama perjalanan, ia selalu ditolak untuk mendapatkan BBM subsidi solar. Ia mengatakan bahwa ia membawa bekal 5 liter BBM solar sebagai persiapan.

Setibanya di Brebes, ia mencoba meminta belas kasihan kepada operator SPBU yang melayani solar bersubsidi. Karena tidak memiliki barcode solar bersubsidi, ia ditolak. Akhirnya, ia bisa mendapatkan solar bersubsidi setelah operator SPBU menawarkan barcode kendaraan lain dengan syarat memberi uang tips sebesar Rp50 ribu.

Kecelakaan yang Menimpa

Saat tiba di lokasi kejadian, Ibnu merasa mengantuk. Ditambah lagi, sinar matahari pagi yang terbit dari arah barat membuat jarak pandang yang pendek. Dalam kondisi tersebut, ia sadar dirinya telah menyebabkan kecelakaan maut.

Usai kejadian, Ibnu didatangi sejumlah tentara yang memberikan arahan padanya. Ia kemudian meminta bantuan kepada rekan sesama sopir untuk memberikan donasi kepada sejumlah korban. “Ya solidaritas aja sesama sopir, kalau ada apa-apa ya gantian,” katanya.

Korban yang Mengalami Luka-Luka

Korban meninggal dunia diketahui bernama Darja (71), pengayuh becak warga Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Korban mengalami cedera serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke RS Mutiara Bunda Tanjung.

Lima korban lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Mereka adalah:

  • Muntako (53), pengendara Yamaha Vega warga Desa/Kecamatan Tanjung, Brebes.
  • Fitriatul Aeni (22), pengendara Honda PCX warga Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
  • Vita Lusiyana (42), pengendara Honda Scoopy warga Desa/Kecamatan Tanjung, Brebes.
  • Saroni (60), sopir Elf warga Desa Sigambir, Kecamatan/Kabupaten Brebes.
  • Marsinem (72), penumpang Elf warga Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Penyelidikan yang Masih Berlangsung

Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq mengatakan, kecelakaan bermula saat truk Koperasi Merah Putih melaju dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Tegal) di lajur kiri Jalan Pantura. Diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga menabrak kendaraan yang berada di depannya yang sedang melaju pelan searah.

Saat ini petugas masih mendalami terkait kecelakaan tersebut. Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan akan mendalami informasi mengenai pembelian solar subsidi dengan memberikan uang tips tersebut. “Oke kami cek dulu,” ujarnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *