Acara Budaya “Napak Tilas Padjajaran” Mahkota Ajeg Ki Sunda
Pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, masyarakat Kota Bandung akan dihibur oleh kemeriahan acara budaya bertajuk “Napak Tilas Padjajaran” yang digelar oleh Mahkota Ajeg Ki Sunda. Acara ini memasuki hari ke-9 dan diprediksi akan menarik perhatian ribuan orang.
Acara ini berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB dengan durasi sekitar 3 jam. Rute yang dilalui peserta kirab mencakup jarak sejauh 3 kilometer. Berikut detail rutenya:
- Titik Kumpul & Start: Kiara Artha Park (Kawasan Kiaracondong)
- Lintasan 1: Jalan Jakarta
- Lintasan 2: Jalan Supratman
- Lintasan 3: Jalan Diponegoro
- Titik Akhir (Finish): Gedung Sate
Petugas dan aparat keamanan akan melakukan pengawalan ketat sepanjang rute untuk memastikan acara berlangsung aman dan khidmat. Mengingat durasi acara yang cukup panjang, beberapa ruas jalan seperti Jalan Jakarta hingga Jalan Diponegoro diperkirakan akan mengalami kemacetan atau penutupan sementara.
Warga Bandung yang memiliki rencana melintasi atau menyaksikan iring-iringan disarankan untuk mencari jalur alternatif atau berangkat lebih awal agar tidak terjebak dalam titik kepadatan di sekitar area Kiara Artha Park dan Gedung Sate.
Operasi Razia Tunawisma di Kota Bandung
Puluhan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PPKS) atau tunawisma yang tersebar di berbagai titik Kota Bandung terjaring razia oleh petugas gabungan pada Kamis, 14 Mei 2026, dini hari. Razia ini dimulai sejak pukul 02.30 WIB dan berhasil menjaring sebanyak 51 orang PPKS di sejumlah titik kawasan wisata dan pusat keramaian kota.
Operasi gabungan ini melibatkan berbagai instansi seperti DP3A, DLH, Disdamkarmatan, DPKP, DSDABM, Satpol PP, dan Dishub. Dari total 51 PPKS yang terjaring, 50 orang dewasa dan satu anak dengan mayoritas yang diamankan adalah laki-laki.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bandung. Tujuan utamanya adalah memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung.
“Kami melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan protokol seperti Asia Afrika, Sudirman, Braga dan titik-titik wisata untuk memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung,” ujarnya usai razia.
Operasi ini juga menjadi bagian dari program beautifikasi Kota Bandung sekaligus persiapan menyambut Kirab Jawa Barat dan lonjakan wisatawan saat long weekend pada pekan ini. Seluruh PPKS yang terjaring langsung dibawa ke rumah singgah milik Dinas Sosial untuk menjalani asesmen, pemeriksaan administrasi kependudukan hingga pembinaan mental dan fisik.
Yorisa menjelaskan bahwa Dinas Sosial Kota Bandung akan memastikan reunifikasi atau pemulangan semua PPKS tersebut kepada keluarganya maupun daerah asalnya masing-masing. Jika adminduknya bukan Kota Bandung, mereka akan dikembalikan ke kabupaten atau kota asalnya. Targetnya adalah paling lama 7 hari sudah harus direunifikasi.
Dari hasil penertiban sebelumnya, hanya sekitar 20 persen PPKS yang berasal dari Kota Bandung. Sisanya berasal dari luar daerah yang datang untuk mencari penghasilan di jalanan Kota Bandung.
Yorisa mengakui bahwa operasi penertiban PPKS kali ini tidak mudah. Petugas harus berkejaran dengan sejumlah PPKS yang diduga sudah mengetahui adanya razia gabungan tersebut. Kendalanya tadi ada yang sempat lari dan tidak terjangkau. Tapi pihaknya akan terus melakukan monitoring bersama kewilayahan agar mereka tidak kembali lagi ke jalan.
Di sisi lain, pihaknya mengimbau semua masyarakat dan wisatawan untuk tidak memberikan uang atau santunan langsung di jalanan. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru memicu bertambahnya PPKS di Kota Bandung.
“Jangan memberikan santunan di jalan, salurkan bantuan melalui lembaga kesejahteraan sosial resmi atau melalui Dinas Sosial. Karena kalau memberi di jalan itu akan membuat mereka terus datang kembali,” kata Yorisa.






