BERITA  

Resonansi Bencana Gelap Sumatera, Shanty Alda Nathalia Minta Perbaikan Total Sistem Kelistrikan Nasional

Kritik Terhadap Sistem Kelistrikan Nasional

Tragedi pemadaman massal yang melumpuhkan pulau Sumatera menarik perhatian tajam dari Senayan. Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, melihat insiden ini bukan hanya sebagai kejadian teknis biasa, tetapi sebagai sinyal bahaya yang mengungkap kerapuhan sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, defisit keandalan ini sangat jelas terlihat pada aspek transmisi dan keseimbangan jaringan interkoneksi lintas wilayah.

Listrik merupakan tulang punggung infrastruktur yang mendukung kehidupan masyarakat dan denyut nadi perekonomian. Oleh karena itu, Shanty menegaskan bahwa keandalan paripurna adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar.

“Lumpuhnya aliran listrik di berbagai wilayah Sumatera ini adalah alarm keras. Fakta ini menunjukkan bahwa arsitektur kelistrikan kita masih menyimpan kerentanan laten, terutama pada presisi transmisi dan stabilitas interkoneksi antarwilayah,” kata Shanty dalam kritik konstruktifnya pada Minggu 24 Mei 2026.

Urgensi Audit Holistik dan Efek Domino

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya evaluasi holistik untuk memutus rantai repetisi insiden serupa di masa depan. Audit komprehensif ini harus mencakup kondisi empiris jaringan transmisi, durabilitas pembangkit, kesiagaan sistem cadangan, serta kepastian rantai pasok energi primer yang menjadi asupan vital operasional pembangkit se-nusantara.

“Kami mendesak otoritas terkait untuk menggelar evaluasi yang menyeluruh dan tanpa kompromi. Tujuannya satu: menggaransi pasokan listrik nasional berdiri tegak, stabil, dan kebal terhadap guncangan berskala masif,” ujarnya.

Shanty juga memperingatkan bahwa kelumpuhan energi berskala masif memiliki efek domino yang destruktif. Ia menilai dampaknya tidak hanya merusak rutinitas masyarakat, tetapi juga merusak sektor-sektor krusial.

“Dampak yang ditimbulkan sangat eksponensial. Gangguan ini mendisrupsi roda industri, pelayanan publik, ekosistem transportasi, jaringan komunikasi, hingga ekuilibrium ekonomi secara makro. Oleh karena itu, benteng ketahanan sistem energi nasional pantang untuk tidak diperkuat,” katanya dengan tegas.

Modernisasi sebagai Jawaban Tantangan Digitalisasi

Komisi XII DPR RI menempatkan eskalasi infrastruktur energi sebagai prioritas utama. Di era di mana peradaban manusia semakin tersubordinasi oleh ekosistem digital dan layanan berbasis teknologi, keandalan listrik menjadi kunci pembuka gerbang stabilitas ekonomi sekaligus katalisator magnet investasi nasional.

Sebagai langkah preventif ke depan, parlemen mendorong lahirnya langkah mitigasi progresif dan modernisasi arsitektur kelistrikan. Sistem yang ada dituntut untuk berevolusi menjadi lebih adaptif, tangguh, dan terukur dalam menghadapi setiap potensi disrupsi. Hal ini tentu saja harus dibarengi dengan peningkatan sistem cadangan dan penguatan sinergitas lintas institusi di sektor ketenagalistrikan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *