BERITA  

Yoneta Malauf Rusae, ASN yang Menjahit Harapan dengan Jarum dan Benang

Kehidupan ASN yang Berjiwa Kreatif

Di tengah kesibukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Yoneta Malauf Rusae, atau akrab disapa Yonna, memiliki cara unik untuk menjaga semangat dan jiwa kreatifnya. Bagi Yonna, meja jahit bukan hanya tempat untuk menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi ruang pengabdian yang tak terbatas. Ia menggunakan kemampuan menjahitnya untuk melatih dan memberdayakan masyarakat Kota Kupang.

Yonna lahir di TTU pada 12 Juni 1988. Sehari-hari ia mengabdi sebagai pamong belajar di SPNF SKB Kota Kupang. Setelah lulus dari Universitas Timor (Unimor) pada tahun 2013, ia mulai memperdalam minatnya dalam dunia tata busana. Pada tahun 2022, Yonna dipercaya menjadi pengurus dalam kursus menjahit di SKB milik Pemerintah Kota Kupang. Dari sana, ia mulai tertarik untuk mengikuti pelatihan secara serius pada tahun 2023.

Pembelajaran dan Pengembangan Diri

Ketertarikan Yonna pada dunia tata busana terus berkembang. Ia belajar dari para instruktur seperti Ibu Lindamon Merukh dan Bapak Petrus Hida. Namun, Yonna tidak berhenti hanya pada materi pelatihan. Ia juga memperdalam kemampuannya secara otodidak, terutama dalam menjahit rompi dan celana.

Menurut Yonna, dunia menjahit membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsistensi. Tantangan terbesar justru muncul pada tahap awal ketika harus menyatukan bagian-bagian pakaian agar terlihat rapi dan presisi. “Kadang ada benang putus, jarum patah, atau kain tersangkut di mesin. Semua itu melatih kesabaran,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski berstatus sebagai ASN dengan rutinitas kerja yang padat, Yonna berusaha membagi waktu secara disiplin. Aktivitas menjahit biasanya dilakukan pada malam hari atau akhir pekan setelah menyelesaikan tugas kantor. “Saya menetapkan skala prioritas. Tugas sebagai ASN harus tetap berjalan baik, sementara menjahit saya jalani dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Keterampilan sebagai Investasi

Kemampuan menjahit yang dimiliki Yonna kini tidak hanya menghasilkan karya berupa rok, blus, dan gaun, tetapi juga menjadi bekal untuk mengajar keterampilan kepada warga belajar di SKB Kota Kupang. Ia mengaku mulai menerima pesanan jahitan setelah mengikuti kursus dan dipercaya memberikan pembelajaran keterampilan menjahit.

Dukungan keluarga dan lingkungan kerja menjadi energi tersendiri bagi dirinya untuk terus berkembang. Baginya, keterampilan adalah bentuk investasi hidup yang bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

Kehidupan ASN yang Kreatif

Di tengah tuntutan birokrasi yang kerap identik dengan pekerjaan administratif, sosok Yonna menunjukkan bahwa ASN juga dapat bertumbuh sebagai pribadi kreatif dan produktif. Dari ruang kelas hingga mesin jahit, ia sedang menjahit harapan, bahwa pengabdian dapat lahir dari keterampilan sederhana yang ditekuni dengan hati.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *