SURABAYA – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Sekolah tersebut menyembelih puluhan hewan kurban yang dipusatkan di Gedung Ahmad Dahlan Center, Rabu (27/5).
Pada tahun ini, total hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai 11 ekor sapi dan 65 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi guru, karyawan, orang tua siswa, hingga para murid yang ikut berkurban secara mandiri maupun kolektif.
Kepala SD Mudipat Surabaya, Edy Susanto, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme keluarga besar sekolah dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, dari total perolehan tersebut, sekolah menyembelih 10 ekor sapi dan 22 ekor kambing secara mandiri. Sementara itu, satu ekor sapi kami serahkan kepada Lazismu untuk program RendangMu,” ujarnya di depan awak media.
Tak hanya disembelih di lingkungan sekolah, sebagian hewan kurban juga disalurkan dalam bentuk hidup maupun daging kepada berbagai pihak yang membutuhkan.
Penyaluran menyasar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), sekolah Muhammadiyah, masjid, mushala, hingga masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah.
Distribusi kurban tahun ini juga menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur. Selain Surabaya, bantuan hewan kurban turut dikirim ke Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Jombang sebagai bentuk perluasan manfaat ibadah kurban.
Menurut Edy, pelaksanaan kurban di SD Mudipat tidak hanya berorientasi pada ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian sosial bagi siswa. Karena itu, sekolah menghadirkan berbagai skema partisipasi agar anak-anak dapat belajar berkurban sejak dini.
“Ada siswa yang berkurban satu ekor kambing, ada juga yang patungan tujuh orang untuk satu ekor sapi. Selain itu, kami juga memiliki program infak latihan kurban untuk melatih kepedulian anak-anak,” jelasnya.
Untuk pembagian daging kepada masyarakat sekitar sekolah, panitia telah menyiapkan sebanyak 1.800 paket daging kurban dengan berat masing-masing satu kilogram. Proses distribusi dilakukan berdasarkan data penerima yang diperbarui setiap tahun agar bantuan tepat sasaran.
“Kami sudah mengantongi data warga kurang mampu di sekitar sini. Data tersebut selalu kami perbarui dan koordinasikan bersama ketua RT, RW, serta tim panitia di lapangan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.






