seni  

Melihat karya pop surealis di Artotel Semarang, bicara tentang ruang batin

Pameran Seni “Episentrum” di ARTOTEL Gajahmada Semarang

Semarang menjadi tempat yang menarik bagi pecinta seni setelah belasan lukisan berwarna cerah memenuhi ruang Art Space di ARTOTEL Gajahmada. Karya-karya ini menampilkan karakter anjing dengan mata besar yang tampak jenaka, namun di balik warna-warna pop yang menarik, terdapat perasaan dan proses kontemplasi yang mendalam dari sang seniman.

Pameran bertajuk “Episentrum” karya seniman Yayas Syahdu resmi dibuka pada Jumat (15/5/2026) dan akan berlangsung hingga 16 Agustus 2026. Pameran ini menjadi salah satu acara yang menarik perhatian masyarakat sekitar dan pengunjung yang ingin melihat karya seni yang unik dan penuh makna.

Yayas mengatakan bahwa karya-karyanya menggabungkan berbagai pendekatan visual, seperti pop dekoratif, pop surealis, hingga semi realis. Ia menjelaskan bahwa konsep ini lebih bersifat akumulatif, di mana ia mencoba menggabungkan beberapa gaya dalam satu karya.

“Ini lebih akumulatif. Ada pop dekoratif, pop surealis, semi realis. Kami coba gabungkan jadi satu,” ujarnya.

Dia tidak ingin terjebak pada satu teknik tertentu agar gagasan dan ekspresi yang dituangkan lebih bebas.

“Kami tidak mau terjebak dalam satu teknik. Jadi ada kebebasan pengungkapan ide-ide gagasan, tidak terlalu pakem akademis,” katanya.

Tema “Episentrum” bukan merujuk pada gempa secara tektonik, tetapi lebih kepada ledakan emosi dan pergulatan batin manusia.

“Lebih ke letupan gejolak dari proses diri saya untuk menjaga ruang batin. Semacam meditasi, melepas pemelekatan pikiran,” ucapnya.

Menariknya, hampir seluruh lukisan dalam pameran itu menampilkan figur anjing. Bagi Yayas, anjing menjadi simbol kesetiaan sekaligus representasi kehadiran manusia di dunia.

“Sebagai simbol kehadiran dan kesetiaan untuk konsisten,” imbuhnya.

Dominasi warna-warna terang dalam karya tersebut juga bukan tanpa alasan. Dia ingin menghadirkan suasana ringan dan ceria agar bisa dinikmati semua kalangan usia.

“Kami tidak mau yang surem karena takut berpengaruh ke psikologi. Inginnya ringan, ceria, biar semua usia menikmati,” katanya.

Komitmen Hotel untuk Mendukung Seniman Lokal

Executive Markom ARTOTEL Gajahmada Semarang, Calvin Handika Pratama, mengatakan bahwa pameran ini menjadi bagian dari komitmen hotel memberi ruang bagi seniman lokal.

“Art Space ini jadi panggungnya seniman lokal agar mereka bisa lebih naik,” ujarnya.

Menurut Calvin, proses kurasi dilakukan selama sekira dua pekan. Dari 32 karya yang dikirimkan, hanya 12 karya yang akhirnya dipilih untuk dipamerkan.

Dia menambahkan, program pameran seni di Art Space akan terus digelar rutin setiap tiga bulan dengan seniman berbeda.

“Setelah 16 Agustus 2026, akan ada lagi dengan seniman yang berbeda,” katanya.

Masyarakat yang ingin melihat pameran dapat datang langsung ke Art Space tanpa harus menginap di hotel. Sedangkan bagi pengunjung yang tertarik membeli karya lukisan, dapat menghubungi front office maupun akun Instagram resmi hotel.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *