Belajar di Kampus Terbaik Asia, Sheila Fridajaya Bawa Pulang Pengalaman Berharga dari NUS

Teks Foto : Sheila Zharfa Fridajaya, mahasiswi Teknik Industri FTMM Universitas Airlangga, saat mengikuti program pertukaran pelajar DiscoverNUS di National University of Singapore (NUS), Singapura. (ist)

SURABAYA – Mahasiswi Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Sheila Zharfa Fridajaya, berhasil mengikuti program pertukaran pelajar internasional DiscoverNUS di Singapura selama satu semester, mulai 12 Januari hingga 10 Mei 2026.

Program DiscoverNUS merupakan program student exchange yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi mitra di Asia Tenggara, termasuk Universitas Airlangga.

Mahasiswi yang akrab disapa Sheila tersebut mengaku termotivasi mengikuti program ini untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional sekaligus melihat secara langsung sistem pendidikan di salah satu universitas terbaik di Asia.

“Selain ingin memperluas wawasan, saya juga ingin membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai negara serta mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, dan cara berpikir global,” ujar alumni SMA Muhammadiyah 2 Surabaya tersebut.

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Sheila juga tertarik mempelajari bagaimana inovasi, riset, dan kolaborasi lintas disiplin diterapkan di NUS. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memahami praktik pendidikan dan penelitian bertaraf internasional.

Persiapan Mengikuti DiscoverNUS

Sebelum mengikuti seleksi, Sheila mempersiapkan berbagai dokumen pendukung yang menjadi syarat pendaftaran. Ia juga mempelajari secara mendalam informasi mengenai program DiscoverNUS agar memahami tujuan, manfaat, serta proses seleksinya.

Dalam proses tersebut, Sheila mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing dan kepala program studi yang membantu penyusunan dokumen serta memberikan arahan selama tahapan pendaftaran.

“Saya juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, mencari informasi mengenai kehidupan akademik di NUS, dan mempelajari pengalaman peserta yang pernah mengikuti program ini sebelumnya,” katanya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Melalui proses seleksi yang difasilitasi Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR, Sheila dinyatakan lolos oleh pihak NUS dan berhak mengikuti program sebagai awardee DiscoverNUS.

Belajar Langsung dari Praktik di Lapangan

Selama menjalani perkuliahan di NUS, Sheila memperoleh banyak pengalaman baru. Ia menilai sistem pembelajaran di kampus tersebut sangat interaktif dan mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi serta berpikir kritis.

Tak hanya belajar di ruang kelas, Sheila juga berkesempatan melihat langsung berbagai praktik industri dan proyek infrastruktur yang sebelumnya hanya dipelajari secara teoritis.

“Saya berkesempatan mengunjungi area operasional Bandara Changi. Selain itu, saya juga dapat mengamati secara langsung proyek konstruksi pembangunan jalan tol di Singapura,” ungkapnya.

Melalui pengalaman tersebut, Sheila mempelajari penerapan manajemen proyek, perencanaan infrastruktur, hingga koordinasi berbagai pihak dalam pelaksanaan proyek berskala besar.

Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut sangat relevan dengan bidang Teknik Industri karena membantu menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja.

Pesan untuk Mahasiswa

Menjelang kembali ke Surabaya, mahasiswi semester enam itu membagikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti program DiscoverNUS maupun program pertukaran pelajar internasional lainnya.

Ia mengimbau mahasiswa agar tidak ragu mencoba dan berani mengikuti proses seleksi meskipun terasa menantang.

“Manfaatkan setiap kegiatan dan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Pengalaman dan koneksi yang didapatkan sangat berharga,” ujarnya.

Sheila juga menekankan pentingnya memiliki pikiran terbuka dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Datanglah dengan pikiran yang terbuka dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Justru dari situlah banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan,” pungkasnya.