SURABAYA – Upaya meningkatkan keamanan gedung di era digital mendorong mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Widya Kartika (Uwika) menciptakan inovasi sistem peringatan dini kebakaran berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut dirancang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara cepat, akurat, dan dapat dipantau dari jarak jauh secara real-time.
Inovasi itu dituangkan dalam penelitian berjudul “Sistem Peringatan Dini Kebakaran pada Gedung Berbasis Mikrokontroler ESP32 Terintegrasi dengan Bot Telegram”.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya risiko kebakaran pada gedung maupun fasilitas publik yang kerap menimbulkan kerugian material hingga korban jiwa dalam waktu singkat.
Mahasiswa Teknik Elektro Uwika, Septiawan, menjelaskan sistem yang dikembangkan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali utama dengan dukungan konektivitas Wi-Fi. Perangkat tersebut dipadukan dengan sejumlah sensor untuk mendeteksi indikasi kebakaran secara simultan.
“Pada sistem ini kami mengintegrasikan sensor asap MQ-2, sensor suhu DHT22, dan flame sensor untuk mendeteksi adanya potensi kebakaran berdasarkan parameter suhu, asap, serta nyala api,” ujar Septiawan, Minggu (24/5/2026).
Ia menambahkan, ketika sistem mendeteksi adanya potensi kebakaran, perangkat akan secara otomatis mengaktifkan alarm lokal berupa buzzer dan lampu indikator LED sebagai peringatan awal di lokasi kejadian.
Tak hanya itu, sistem juga terhubung dengan aplikasi Telegram melalui Bot Telegram yang memungkinkan pengguna menerima notifikasi secara langsung melalui ponsel.
“Melalui integrasi Telegram Bot, pengguna dapat memantau kondisi gedung kapan saja dan dari mana saja tanpa harus berada di lokasi,” katanya.
Menurut Septiawan, fitur pemantauan jarak jauh tersebut menjadi salah satu keunggulan utama sistem yang dikembangkan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kecepatan respons terhadap situasi darurat sekaligus meminimalkan keterlambatan penanganan kebakaran.
Ia berharap pengembangan teknologi keselamatan berbasis IoT di Indonesia terus berkembang sehingga mampu menghadirkan sistem keamanan gedung yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap potensi bencana kebakaran di masa mendatang.






