BALIKPAPAN — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menetapkan target pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar lima persen pada tahun 2026. Target ini dianggap realistis mengingat berbagai faktor yang memengaruhi sektor pariwisata, termasuk efisiensi anggaran dan tantangan eksternal lainnya.
Iwan Fitriady, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, menjelaskan bahwa target tersebut didasarkan pada kekuatan dua magnet utama wisata di provinsi ini. Pertama adalah status internasional Geopark Meratus yang kini telah mendapatkan pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Kedua adalah daya tarik wisata religi Haul Guru Sekumpul yang terbukti mampu menarik jutaan pengunjung dalam sekali gelaran.
Selama periode 2024—2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Kalsel tercatat tumbuh secara konsisten antara lima hingga tujuh persen. Tren positif ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar lima persen. Target ini disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang ada, termasuk efisiensi anggaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/6/2026).
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pemangkasan anggaran yang turut memengaruhi beberapa agenda wisata andalan. Misalnya, event Loksado Bamboo Rafting dan Triathlon, yang selama ini menjadi daya pikat wisatawan nusantara maupun mancanegara, dipastikan terdampak oleh kebijakan efisiensi tersebut.
Namun, event Pasar Terapung tetap akan digelar. Hal ini dilakukan demi menjaga kelangsungan budaya lokal sekaligus meningkatkan promosi wisata daerah.
Di sisi lain, destinasi alam seperti Loksado, Tahura Sultan Adam, Bukit Batu, dan Goa Batu Hapu terus diperkuat pengembangannya. Pemerintah setempat berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas agar dapat menarik lebih banyak wisatawan.
Wisata religi khususnya Haul Guru Sekumpul tetap menjadi fenomena tersendiri. Data Mobile Positioning Device (MPD) mencatat bahwa pelaksanaan haul terakhir dihadiri sekitar lima juta orang, sebuah angka yang sulit ditandingi oleh event pariwisata mana pun di Kalimantan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga mengintegrasikan penguatan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan pengembangan Geopark Meratus. Status UNESCO Global Geopark membuka peluang lebih luas untuk menarik wisatawan global.
“Kami tidak hanya mengembangkan destinasi wisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif dan pemasaran agar manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Iwan.
Pengembangan Geopark Meratus tidak hanya berorientasi pada angka kunjungan, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga promosi kuliner lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang berdampak positif bagi masyarakat.






