Minat masyarakat muslim di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji masih sangat tinggi. Namun, di balik tingginya keinginan tersebut, masih terdapat kesenjangan dalam hal kesiapan finansial dan perencanaan jangka panjang yang terstruktur.
Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan Muslim Pro, yang menunjukkan bahwa banyak masyarakat sudah memiliki niat berhaji, tetapi belum diiringi dengan kebiasaan menabung secara konsisten. Kondisi ini mendorong hadirnya berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan ke Baitullah dengan lebih mudah dan realistis.
Berikut rangkum informasi selengkapnya!
1. 81% responden ingin lebih siap berhaji, tapi belum konsisten menabung
Survei Muslim Pro menemukan bahwa lebih dari 81% responden merasa membutuhkan sarana untuk membantu perencanaan dan tabungan haji maupun umrah. Meski begitu, sekitar 65% responden mengaku jarang atau tidak pernah menabung secara rutin untuk tujuan ibadah tersebut.
Faktor utama yang menghambat adalah kebutuhan hidup sehari-hari yang masih menjadi prioritas, serta ketidakstabilan pendapatan yang dialami sebagian responden. Bahkan, 83% responden menyebut kondisi finansial tidak stabil sebagai tantangan terbesar dalam memulai tabungan haji.
“Salah satu temuan paling menarik dari survei kami adalah bahwa keinginan untuk mempersiapkan Haji sebenarnya sudah ada. Lebih dari 8 dari 10 responden mengatakan mereka membutuhkan sarana yang dapat membantu merencanakan Haji dan Umrah, namun sebagian besar belum mulai menabung secara konsisten. Ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan terletak pada niat, melainkan bagaimana menemukan cara yang praktis untuk memulai,” ujar Menurut Nafees Khundker, Group Managing Director Muslim Pro saat press conference pada Senin (8/6/2026).
2. Inisiatif #YukHaji dorong kebiasaan menabung sejak dini
Melihat kondisi tersebut, Muslim Pro bersama Maybank Indonesia melalui Unit Usaha Syariah meluncurkan gerakan #YukHaji. Program ini bertujuan membantu masyarakat mulai merencanakan ibadah haji secara lebih terstruktur, tidak hanya dari sisi spiritual tetapi juga finansial.
Gerakan ini juga menghadirkan kajian akbar “Langkah Baik” di Jakarta yang dirancang sebagai ruang edukasi, diskusi, dan inspirasi terkait persiapan haji. Dalam acara tersebut, peserta akan mendapatkan wawasan mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak dini agar perjalanan ibadah dapat lebih terarah.
Inisiatif ini didukung oleh Amanah Pro, platform perencanaan Haji dan Umrah berbasis syariah yang dikembangkan Muslim Pro bersama Maybank Syariah. Diluncurkan pada Mei 2026, aplikasi ini membantu pengguna menetapkan target perjalanan ibadah, membangun kebiasaan menabung secara terencana, serta memantau progres mereka melalui pengalaman digital yang terintegrasi.
Romy H. Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Muslim Pro sejalan dengan aspirasi strategis ROAR30 Maybank untuk menjadi institusi keuangan syariah global terkemuka melalui perluasan akses terhadap solusi keuangan syariah yang inovatif dan mudah dijangkau.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sudah sangat kuat. Namun, masih banyak yang menghadapi tantangan untuk memulai langkah pertama dan menjaga konsistensi dalam mempersiapkan dana haji. Bagi kami, haji bukan sekadar perjalanan, melainkan tujuan hidup yang membutuhkan perencanaan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya pada kesempatan yang sama.
3. Tabungan haji syariah mulai dari Rp200 ribu, akses lebih mudah
Platform Amanah Pro mendukung perencanaan haji dan umrah berbasis syariah. Platform ini memungkinkan pengguna untuk menetapkan target ibadah sekaligus membangun kebiasaan menabung secara bertahap.
Romy menjelaskan bahwa tabungan haji tidak harus dimulai dengan nominal besar. Amanah Pro dirancang agar masyarakat bisa mulai menabung dengan setoran awal Rp200.000, sehingga langkah pertama menuju Baitullah menjadi lebih ringan dan terjangkau.
“Melalui kolaborasi ini, peran Maybank Indonesia adalah memastikan setiap langkah menuju Baitullah didukung oleh fondasi keuangan syariah yang kuat, aman, dan terpercaya. Dana yang ditabung melalui Amanah Pro ditempatkan pada rekening syariah yang diatur dan diawasi oleh OJK, sehingga nasabah dapat membangun kebiasaan menabung dengan lebih tenang dan percaya diri. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mengubah aspirasi berhaji menjadi rencana yang nyata melalui persiapan keuangan yang lebih terstruktur dan realistis,” ujar Romy.
Itulah tadi informasi mengenai mudahnya menabung untuk daftar haji dengan prinsip syariah. Semoga membantu langkah kita yang berniat ke Baitullah!
Resmi! Prabowo Umumkan Biaya Haji 2026, Ini Rinciannya 7 Toko Oleh-Oleh Haji dan Umroh di Jogja Terdekat, Harga Terjangkau Amalan yang Setara dengan Haji dan Umroh dalam Islam








