Awasi Pergerakan Komoditas, Karantina Jatim Cek Kantor Pos dan Bandara Dhoho

Teks Foto : Plt. Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal saat meninjau pelayanan dan pengawasan perkarantinaan di Kantor Pos Kediri dan Bandara Dhoho, Kediri, Jumat (28/8/2026). (ist)

KEDIRI – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian, hewan, ikan, dan produk turunannya di wilayah Kediri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas komoditas berlangsung aman sekaligus memenuhi seluruh persyaratan karantina.

Penguatan pengawasan tersebut dilakukan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jatim) melalui kunjungan kerja Plt. Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal ke Kantor Pos Kediri dan Bandara Dhoho, Kediri.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Karantina Jatim mengevaluasi sekaligus memperkuat pelayanan di sejumlah titik yang menjadi jalur keluar-masuk komoditas. Selain pengawasan, koordinasi dengan para pemangku kepentingan juga menjadi perhatian untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.

Di Kantor Pos Kediri, Hudiansyah meninjau secara langsung proses pelayanan dan pengawasan terhadap berbagai kiriman komoditas. Pengawasan diperlukan mengingat sejumlah komoditas yang dikirim melalui jasa pos berpotensi menjadi media pembawa hama dan penyakit hewan, ikan, maupun organisme pengganggu tumbuhan.

Dalam kunjungan tersebut, Karantina Jatim juga berkoordinasi dengan pihak Pos Indonesia. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi ketentuan karantina, sekaligus memberikan kepastian dan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

Dari Kantor Pos Kediri, Hudiansyah melanjutkan kunjungan ke Bandara Dhoho. Di lokasi tersebut, ia meninjau pelayanan perkarantinaan serta berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait mengenai pengawasan lalu lintas komoditas melalui jalur udara.

Koordinasi antarpemangku kepentingan di lingkungan bandara menjadi salah satu fokus pembahasan. Menurut Hudiansyah, efektivitas pengawasan karantina sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, terutama di titik-titik yang menjadi jalur pergerakan komoditas.

“Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat memastikan pelayanan perkarantinaan berjalan lebih efektif sekaligus memberikan kemudahan dan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan koordinasi bukan semata untuk meningkatkan pengawasan. Upaya tersebut juga diarahkan agar arus lalu lintas komoditas pertanian, hewan, dan ikan yang telah memenuhi persyaratan karantina dapat berlangsung lancar.

Kerja sama dengan sektor jasa pengiriman dan transportasi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pengawasan dan pelayanan publik. Dengan kolaborasi tersebut, perlindungan terhadap sumber daya alam hayati diharapkan tetap berjalan tanpa menghambat mobilitas komoditas yang telah memenuhi ketentuan.

Karantina Jatim pun berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di berbagai titik layanan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga sumber daya alam hayati Indonesia sekaligus memastikan pergerakan komoditas berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan perkarantinaan.