SURABAYA – Kiprah Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya dalam memperluas kolaborasi pendidikan lintas negara kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. Kali ini, pengakuan datang dari Chongqing Normal University (CQNU), Tiongkok, melalui dua penghargaan akademik yang diberikan kepada Rektor UWIKA, Mr. Ong Peter Leonardo (Wang Shunbin / 王顺斌).
Dua apresiasi tersebut berupa penetapan sebagai Visiting Professor serta pemberian piagam penghargaan sebagai Industry Tutor. Pengakuan ini mencerminkan kontribusi Ong Peter Leonardo dalam mendukung pengembangan pendidikan, terutama di bidang pembelajaran bahasa Mandarin dan pendidikan bahasa Mandarin berskala internasional.
Pemberian penghargaan itu sekaligus menjadi penanda kuatnya hubungan kelembagaan antara UWIKA dan CQNU. Kedua perguruan tinggi tersebut diketahui telah menjalin kerja sama akademik sejak 2005, dengan berbagai peluang pengembangan pendidikan yang terus terbuka hingga kini.
Dalam agenda kunjungan strategisnya ke Tiongkok, Ong Peter Leonardo juga dipercaya menjadi pemateri dalam seminar akademik bertajuk “A Tongue Silenced, A Heritage Reclaimed: Perjalanan Pembelajaran Pendidikan Mandarin Selama 100 Tahun di Indonesia.”
Forum ilmiah yang berlangsung di lingkungan CQNU tersebut dihadiri lebih dari 200 mahasiswa program magister dari School of Liberal Arts. Dalam pemaparannya, ia mengulas perkembangan pendidikan Mandarin di Indonesia selama satu abad, termasuk perjalanan sejarah, pengaruh kebudayaan, hingga berbagai tantangan dalam menjaga keberlangsungan bahasa Mandarin sebagai bagian dari warisan pendidikan.
Melalui materi tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai perjalanan pendidikan Mandarin di Indonesia dari sudut pandang sejarah dan dinamika sosial budaya. Kesempatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang memperkenalkan pengalaman pendidikan Indonesia kepada kalangan akademisi dan mahasiswa internasional.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan interaksi langsung antara Rektor UWIKA dan mahasiswa CQNU. Salah satu sosok yang ditemuinya adalah Yovita Alicia Leman, alumni UWIKA yang berhasil mendapatkan International Chinese Language Teachers Scholarship untuk menempuh pendidikan magister di Chongqing Normal University.

Prestasi Yovita menjadi salah satu bukti terbukanya akses pendidikan internasional melalui jejaring kerja sama antarkampus. Kesempatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga memperluas pengalaman akademik dan meningkatkan kemampuan bersaing di lingkungan global.
Adapun gelar Visiting Professor yang disematkan kepada Ong Peter Leonardo merupakan bentuk penghormatan akademik dari CQNU atas kiprahnya di bidang pendidikan. Sementara predikat Industry Tutor diberikan sebagai apresiasi atas keterlibatannya dalam Program Pascasarjana Master of International Chinese Language Education di School of Liberal Arts, CQNU.
Bagi UWIKA, pencapaian tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar penghargaan yang diterima oleh seorang pimpinan perguruan tinggi. Pengakuan dari CQNU turut menunjukkan kepercayaan institusi pendidikan internasional terhadap kapasitas dan kontribusi UWIKA dalam membangun hubungan akademik lintas negara.
Dengan rekam jejak kemitraan yang telah berjalan lebih dari dua dekade, UWIKA dan CQNU memiliki landasan untuk mengembangkan berbagai program kolaborasi berikutnya. Mulai dari pertukaran akademik, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan kesempatan pendidikan di tingkat internasional.
UWIKA pun terus mendorong penguatan hubungan dengan institusi pendidikan luar negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Melalui perluasan jejaring global tersebut, kampus ini berharap semakin banyak mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh akses terhadap pengalaman serta kesempatan belajar di lingkungan internasional, sekaligus membentuk sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan lintas budaya dan mampu bersaing secara global.





