FTMM Unair Gandeng Alumni dan Industri, Siapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja

Caption : FTMM Unair memperkuat hubungan dengan alumni melalui kegiatan gathering sebagai upaya membangun kolaborasi dan membuka peluang pendampingan bagi mahasiswa. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) memperkuat keterlibatan alumni dan mitra industri dalam merumuskan arah pengembangan fakultas untuk lima tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas lulusan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja yang terus berkembang.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Gathering Mitra dan Alumni FTMM Unair yang mempertemukan pihak fakultas dengan para alumni serta pemangku kepentingan yang selama ini telah menjalin kerja sama dan agenda tersebut di laksanakan pada (15/10/26) Kamis.

Forum ini menjadi ruang untuk menghimpun masukan mengenai kompetensi lulusan sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengembangan pendidikan di FTMM.

Dekan FTMM Unair, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengatakan, keterlibatan mitra dan alumni diperlukan untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum serta arah strategis fakultas dengan kebutuhan di lapangan.

Menurut dia, FTMM tengah menyelaraskan kurikulum dan rencana strategis (renstra) baru, termasuk visi dan misi fakultas. Karena itu, masukan dari pihak yang telah berinteraksi langsung dengan lulusan maupun mahasiswa menjadi pertimbangan penting dalam proses pengembangan tersebut.

“Kami mengundang seluruh alumni, mitra, dan stakeholder untuk memberikan masukan. Selama ini mereka sudah menggunakan produk yang kami hasilkan, baik melalui lulusan yang bekerja di industri maupun mahasiswa yang menjalani praktik kerja lapangan dan magang,” ujarnya.

Masukan tersebut diharapkan dapat membantu FTMM memastikan kompetensi yang dibekalkan kepada mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Dengan begitu, pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mempertimbangkan tuntutan dunia profesional.

Prof. Retna menjelaskan, FTMM ingin memperoleh gambaran mengenai kualitas lulusan yang dibutuhkan industri dalam lima tahun mendatang. Hasil evaluasi dan masukan dari para mitra akan menjadi salah satu bahan untuk memperkuat arah pengembangan fakultas ke depan.

Selain mempererat hubungan dengan dunia industri, FTMM juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas seiring dengan upaya Unair menuju entrepreneurial university dan penguatan kerja sama lintas fakultas.

Dalam konteks tersebut, alumni dinilai memiliki posisi strategis karena dapat berkontribusi melalui pengalaman profesional, jejaring industri, hingga pendampingan bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.

Ia berharap alumni tidak hanya memandang FTMM sebagai tempat menimba ilmu pada masa lalu, tetapi juga sebagai rumah bersama yang tetap terbuka untuk membangun hubungan dan berkontribusi bagi generasi berikutnya.

“Harapannya, alumni bisa bergandengan tangan dengan kami untuk membimbing adik-adik kelasnya. Kami ingin bersama-sama membangun kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja,” pungkasnya.

Dukungan alumni dan mitra diharapkan turut membantu fakultas menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan dunia profesional.