SURABAYA – Sebanyak 30 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkompetisi mengembangkan solusi teknologi dalam PENS Hackathon 2026. Ajang bertema “Build Technology that Matters” ini berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Platinum Surabaya, dengan menantang peserta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Kompetisi tersebut diawali dengan pendaftaran yang diikuti 90 peserta. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 tim terpilih melaju ke babak final dan berhadapan dengan tantangan dalam tiga kategori, yakni Digital Campus Worker, Production Survivability in Entertainment Industry, serta Context Graphs in Customer Success and Sales. Setiap kategori menghadirkan persoalan berbeda dengan dukungan mitra industri CBN, OZU, dan EndGame.
PENS Hackathon 2026 tidak sekadar menguji kemampuan peserta menghasilkan produk dalam waktu singkat. Mahasiswa juga dituntut memahami persoalan yang dihadapi, merancang pendekatan yang tepat, serta mengembangkan solusi yang memiliki nilai guna dan berpotensi diterapkan dalam kehidupan nyata.
Persaingan di kategori Digital Campus Worker menempatkan tim KATA RIFQI “YANG IKO INSYAALLAH TEMBUS” dari Politeknik Negeri Padang sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih YANG SEBELUMNYA dari Petra Christian University, sedangkan penghargaan Most Impactful Solution diberikan kepada PERKEDEL dari Universitas Dian Nuswantoro.
Pada kategori Production Survivability in Entertainment Industry, tim THE INOVATOR dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih juara pertama. Tim ini diperkuat Muhammad Burhanudin Abdullah, Nur Hidayati Ilmi, dan Mohammad Izzul Haq El Falih, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, dengan Ahmad Ramadhani, S.Pd., M.T. sebagai pembimbing.
Juara kedua dalam kategori tersebut diraih KALAKHAN SUPERTEAM, yang merupakan kolaborasi mahasiswa Universitas Dinamika Bangsa Jambi dan PENS. Sementara itu, penghargaan Most Impactful Solution diberikan kepada SAYAKAN LAWAN dari PENS.
Muhammad Burhanudin Abdullah, salah satu anggota THE INOVATOR, mengatakan keberhasilan timnya menjadi juara pertama merupakan pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus menguji gagasan dalam menghadapi tantangan industri.
“Meraih juara pertama di Hackathon PENS 2026 menjadi pengalaman yang berharga bagi tim kami. Kompetisi ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknis, bekerja sama dalam tim, dan menguji gagasan menjadi solusi yang relevan dengan tantangan industri. Kami berharap hasil yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, kategori Context Graphs in Customer Success and Sales dimenangkan PEMULA dari PENS. Tim tersebut terdiri atas Muhamad Reza Muktasib dan Adam Rasyid Nurmuhammad dari Program Studi Teknologi Informasi, serta Karryna Nayyataka Herfiana Putri dari Program Studi Bisnis Digital. Tim ini dibimbing oleh Rengga Asmara.
BOUGENVILLE BAROKAH dari Telkom University menempati posisi juara kedua. Adapun penghargaan Most Impactful Solution diraih UDA NEMU NAMA TIMNYA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Selain penghargaan untuk masing-masing kategori, panitia memberikan apresiasi khusus kepada peserta dengan capaian lainnya. POSITIF DAN PROFESIONAL dari Politeknik Negeri Jember meraih penghargaan Best UI/UX Design, sedangkan Best Teamwork diberikan kepada NAMA TIMNYA APA YA dari PENS. Penghargaan Early Bird Submission kembali menjadi milik KATA RIFQI “YANG IKO INSYAALLAH TEMBUS” dari Politeknik Negeri Padang.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS, Ir. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., IPM., menegaskan bahwa pengalaman dalam kompetisi teknologi diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan lebih jauh, melampaui pencapaian selama perlombaan.
“Kami berharap Hackathon PENS 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi produk, layanan, dan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Prestasi yang diraih mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian berinovasi,” ujarnya.
Ketua PENS Hackathon 2026, Widi Sarinastiti, S.T., M.T., menambahkan bahwa pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang menjadi salah satu nilai penting dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Perbedaan pengalaman dan perspektif peserta membuka ruang pertukaran ide sekaligus mendorong kolaborasi lintas disiplin.
“Hackathon ini mempertemukan peserta dari berbagai kota, perguruan tinggi, dan latar belakang dengan satu tantangan yang sama, yaitu membangun teknologi yang bermakna. Kami berharap peserta berani bereksperimen, berkolaborasi, dan tidak takut gagal karena proses tersebut merupakan bagian penting dalam menghasilkan solusi yang dapat memberikan nilai nyata,” kata Widi.
Melalui PENS Hackathon 2026, mahasiswa memperoleh ruang untuk menguji kemampuan dalam mengubah persoalan menjadi inovasi berbasis teknologi. Keterlibatan berbagai perguruan tinggi dan mitra industri juga memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya bergantung pada kecakapan teknis, tetapi turut membutuhkan kreativitas, kerja sama, pemahaman terhadap kebutuhan pengguna, serta keberanian mengembangkan solusi yang berdampak.






