SURABAYA – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mencatat tingkat keterserapan lulusan yang positif. Berdasarkan data lulusan 2025, sebanyak 88,7 persen alumni kampus tersebut telah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus hingga maksimal enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Capaian tersebut disampaikan Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., dalam Wisuda ke-27 PENS di Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Sabtu (17/10/2026).
Arif menjelaskan, sebanyak 40,2 persen lulusan telah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan studi. Kemudian, 32,4 persen lainnya mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu tiga bulan setelah kelulusan, sedangkan 16,1 persen lulusan mulai bekerja dalam rentang empat hingga enam bulan setelah lulus.
“Dengan demikian, secara keseluruhan, 88,7 persen lulusan PENS telah bekerja sebelum lulus atau dalam waktu maksimal enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Arif.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran kesiapan lulusan PENS dalam memasuki dunia kerja. Bekal pendidikan vokasi yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan dapat mendukung alumni untuk mengaplikasikan keahlian mereka di lingkungan profesional.
Pada wisuda kali ini, PENS mengukuhkan 1.016 lulusan dari tiga jenjang pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 372 lulusan Diploma 3 (D3), 624 lulusan Sarjana Terapan (D4), dan 20 lulusan Magister Terapan (S2 Terapan).
Prosesi wisuda diawali dengan pembukaan sidang secara resmi oleh Direktur PENS. Selanjutnya, para wisudawan dikukuhkan melalui pemanggilan nama dan pemindahan tali toga sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus dimulainya perjalanan baru dalam mengembangkan karier.
Suasana acara juga berlangsung meriah dengan penampilan UKM Tari dan iringan musik dari UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) PENS.
Dalam sambutannya, Arif mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian, tetapi juga menjaga sikap dan ketangguhan ketika menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Ketika berhasil, jangan lupa untuk bersyukur dan tetap rendah hati. Ketika menghadapi kesulitan, jangan pernah merasa sendirian. Ingatlah bahwa kalian pernah ditempa di kampus ini, belajar untuk bangkit, belajar untuk bekerja keras, dan belajar untuk menyelesaikan persoalan,” pesan Arif.
Selain membuka peluang berkarier di dalam negeri, PENS juga memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program bertaraf internasional. Salah satunya melalui International Industrial Talents Education Special Program di Taiwan dengan skema international double degree.
Sebanyak 46 mahasiswa dilaporkan telah menyelesaikan program tersebut. Para peserta tidak hanya memperoleh gelar internasional, tetapi juga mendapatkan kontrak kerja sebagai engineer di Taiwan.
Pengalaman ini memperlihatkan adanya jalur pengembangan akademik dan profesional yang memungkinkan mahasiswa memperluas pengalaman di luar negeri. Selain meningkatkan wawasan, kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi lulusan untuk mengenal lingkungan kerja internasional sesuai bidang keahliannya.
Berbagai jalur pengembangan tersebut melengkapi upaya PENS dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia profesional. Keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari kecepatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan kompetensi, beradaptasi, dan membangun karier secara berkelanjutan.
Melalui Wisuda ke-27, PENS melepas 1.016 lulusan yang akan melanjutkan perjalanan ke berbagai bidang. Tingkat keterserapan kerja alumni serta partisipasi mahasiswa dalam program internasional menjadi bagian dari gambaran peluang yang dapat diraih setelah menempuh pendidikan di kampus vokasi tersebut.






