Hukum  

FUIBB Laporkan Herri Pras ke Polda Jabar atas Konten soal Ulama

FUIBB Laporkan Herri Pras ke Polda Jabar atas Konten soal Ulama
FUIBB Laporkan Herri Pras ke Polda Jabar atas Konten soal Ulama

INDONESIAKINI.ID – Polemik video dan tantangan duel yang melibatkan konten kreator Herri Pras kini dibawa ke ranah hukum. Forum Umat Islam Bandung Bersatu (FUIBB), bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat, mendatangi Polda Jawa Barat untuk melaporkan dugaan penghinaan terhadap ulama serta provokasi yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan.

Ketua Umum FUIBB Ruslan Abdulgani mengatakan, laporan itu berkaitan dengan konten Herri yang menyinggung Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan Habib Umar bin Hafiz. Ia menyebut persoalan tersebut perlu dipertanggungjawabkan karena menyangkut kehormatan tokoh agama. “Perbuatan Herri Pras mesti bisa dipertanggungjawabkan,” kata Ruslan, seperti dikutip Radar Bandung, Rabu (4/11).

Dalam aduan tersebut, FUIBB menyertakan dugaan penghinaan atau penistaan terhadap ulama, caci maki, serta provokasi. Ruslan berharap aparat menangani perkara itu secara profesional agar polemik tidak meluas menjadi konflik sosial. Ia juga meminta masyarakat menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada kepolisian.

FUIBB datang bersama perwakilan sejumlah organisasi, di antaranya NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, LDII, Hidayatullah, FPI, FUI, MMI, Garda AMS, dan SAPMA Pemuda Pancasila. Ruslan turut mengkritik tantangan duel yang ditujukan kepada kalangan ulama. Menurut dia, tantangan semacam itu semestinya diarahkan kepada orang yang memiliki kemampuan bela diri, seperti atlet MMA.

Konten yang memicu polemik itu antara lain memuat pernyataan Herri tentang Habib Umar dan Ustaz Adi Hidayat. Dalam salah satu video, Herri menyebut Habib Umar kerasukan setan karena tidak menutup mulut saat menguap. Ia juga berulang kali mengangkat pernyataan Ustaz Adi mengenai Habib Umar, lalu menyebut Ustaz Adi munafik dan setan bisu.

Herri sebelumnya meminta para pendukungnya membuktikan kapasitas Habib Umar dan Ustaz Adi sebagai ulama sebelum mengajukan duel. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mengalami kekerasan ketika sekelompok orang mendatangi rumahnya dan mendesaknya bertarung. Menurut pengakuannya, ia ditendang hingga jatuh, kemudian dipukul dan didengkul pada bagian ulu hati serta perut setelah menolak duel tanpa syarat yang diajukannya.

Ruslan menilai ulama tidak sepatutnya menjadi sasaran tantangan bertarung. “Salah nantang ke ulama. Harusnya nantang duel itu ke atlet MMA,” ujarnya. Persoalan ini berkaitan dengan tantangan duel Herri yang ramai dibicarakan di media sosial; sementara itu, keterangan mengenai kekerasan di rumahnya berasal dari pengakuan Herri.

Penulis: Emel Yanie