SITUBONDO – Kawasan Pelabuhan Panarukan yang memiliki nilai sejarah dan potensi ekonomi mulai diarahkan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya tersebut ditandai dengan kerja sama antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Regional 3 Sub Regional Jawa dan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset pelabuhan.
Kesepakatan bersama kedua pihak ditandatangani di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (28/10/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mengkaji berbagai peluang pengembangan kawasan pelabuhan lama yang selama ini tidak lagi beroperasi secara aktif.
Melalui kerja sama tersebut, Pelindo dan Pemkab Situbondo akan membahas pemanfaatan aset pelabuhan untuk sejumlah kegiatan produktif. Di antaranya pengembangan destinasi wisata, pusat ekonomi kreatif, serta ruang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyambut positif inisiatif Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk menghidupkan kembali potensi kawasan Pelabuhan Panarukan.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang untuk mengoptimalkan aset perusahaan agar mampu memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial bagi masyarakat sekitar.
“Pelindo menyambut baik visi dan inisiatif Bupati Situbondo untuk mengoptimalkan kembali kawasan Pelabuhan Panarukan. Setelah penandatanganan kesepakatan bersama ini, kami akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengkaji rencana pengembangan, termasuk kebutuhan, kondisi, serta potensi aset pelabuhan yang dapat dimanfaatkan,” ujar Purwanto.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan kajian menyeluruh karena Pelabuhan Panarukan telah cukup lama tidak beroperasi secara aktif. Selain itu, aktivitas bongkar muat dinilai tidak memungkinkan untuk dikembangkan secara optimal.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghilangkan peluang pemanfaatan kawasan untuk kegiatan lain. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sejumlah alternatif yang dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik serta kondisi aset yang tersedia.
“Setiap rencana pemanfaatan tentu harus memperhatikan kondisi dan karakteristik aset yang ada. Kami akan mengkaji berbagai peluang pengembangan bersama pemerintah daerah agar pemanfaatannya dapat berjalan secara terarah, sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan manfaat optimal. Pelindo juga terbuka untuk mendukung pengembangan potensi UMKM melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan sesuai dengan ketentuan dan prioritas program yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyebut pengembangan Pelabuhan Panarukan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengangkat kembali potensi sejarah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menuturkan, Panarukan memiliki catatan sejarah penting sebagai kawasan pelabuhan yang pernah menjadi bagian dari aktivitas perdagangan dan transportasi. Kawasan ini juga dikenal sebagai titik ujung jalur bersejarah Anyer–Panarukan.
Menurutnya, potensi historis dan geografis tersebut perlu dioptimalkan agar Pelabuhan Panarukan dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Pelabuhan lama Panarukan ini kami harapkan dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif dan wisata. Kami ingin menghidupkan kembali potensi sejarah yang dimiliki Panarukan, sekaligus menjadikannya kawasan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan Pelindo menjadi langkah penting, mengingat aset yang akan dikembangkan merupakan milik Pelindo,” ungkap Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Pemkab Situbondo bahkan telah menyiapkan sejumlah gagasan awal untuk mendukung rencana tersebut. Beberapa di antaranya pembangunan jogging track, kawasan kuliner, hingga ruang publik di tepi laut atau waterfront.
Berbagai fasilitas itu diharapkan dapat menghadirkan ruang aktivitas baru bagi masyarakat, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka kesempatan usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Pengembangan kawasan Pelabuhan Panarukan juga diproyeksikan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian daerah. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, berkembangnya usaha kuliner dan produk lokal, hingga terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.
Sebagai tindak lanjut kesepakatan, Pelindo dan Pemkab Situbondo akan menyusun rencana kerja bersama. Tahapannya meliputi identifikasi aset, kajian kondisi infrastruktur, serta pembahasan skala prioritas program pengembangan sebagai landasan menentukan arah pemanfaatan kawasan.
Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan aset perusahaan secara produktif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, kawasan Pelabuhan Panarukan diharapkan tidak hanya kembali memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang wisata dan aktivitas masyarakat yang mampu mengangkat nilai sejarah serta meningkatkan kesejahteraan warga Situbondo.





