SD Muhammadiyah 4 Surabaya Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar Kota

SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari program pendidikan karakter sekaligus bentuk nyata semangat berbagi antar sesama.

Tahun ini, sekolah yang terletak di kawasan Pucang Anom itu mendistribusikan lebih dari 400 paket daging kurban kepada warga sekitar. Tidak hanya warga sekitar sekolah, distribusi juga menjangkau sejumlah masjid, panti asuhan, pondok pesantren, hingga daerah-daerah di luar kota Surabaya seperti Jombang, Lamongan, dan Sidoarjo.

Kepala SD Mudipat, Ustadz Edy Susanto, menjelaskan bahwa total hewan kurban yang berhasil dikumpulkan sekolah tahun ini mencapai 9 ekor sapi dan 62 ekor kambing. “Satu ekor sapi kami salurkan ke LazizMu Surabaya. Delapan sapi dan 16 kambing disembelih langsung di sekolah. Sementara sisanya, yaitu 46 kambing, kami distribusikan dalam bentuk hewan hidup ke berbagai pihak yang membutuhkan,” terang Ustadz Edy pada Jumat (6/6/2025).

Ia menambahkan, kegiatan kurban ini tidak semata-mata untuk berbagi daging, tetapi juga memiliki nilai edukatif tinggi. Melalui program ini, para siswa diajak terlibat langsung dengan menyumbang infak atau bahkan berkurban secara penuh. “Tahun ini, ada salah satu keluarga siswa yang berkurban satu ekor sapi penuh. Ini menunjukkan kepedulian dan kesadaran keluarga besar sekolah terhadap nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ustadz Edy juga menekankan bahwa pelibatan siswa dalam proses kurban bertujuan menanamkan nilai-nilai empati, tanggung jawab, serta penguatan akidah. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa berkurban bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada mereka yang kurang mampu,” katanya.

Menurutnya, momentum Idul Adha bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter dan moral generasi muda. “Semangat tolong-menolong harus terus kita tanamkan. Dengan begitu, perayaan kurban di Mudipat tidak hanya menjadi ajang peribadatan, tapi juga wahana pembelajaran nilai-nilai luhur Islam secara konkret,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah guru dan wali murid yang ikut dalam kegiatan penyembelihan dan distribusi mengaku antusias dan bangga atas partisipasi aktif sekolah dalam kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain.